oleh

Referendum Kemerdekaan Kurdistan Ditolak Irak

PENANEGERI, Desk Internasional- Pemerintah Irak menolak langkah kaum suku Kurdi yang menginginkan referendum untuk kemerdekaan wilayah Kurdistan yang mayoritas didiami oleh suku Kurdi di Irak.

Hanya dua hari setelah orang Kurdi mengumumkan akan melakukan referendum kemerdekaan, telah membuat pemerintah Irak bereaksi keras menolak referendum Kurdi.

Pemerintah Baghdad mengatakan langkah unilateral untuk kemerdekaan Kurdi itu tidak konstitusional.

PM Irak Haider al-Abadi mengatakan pada bulan April lalu bahwa dia menghormati hak Kurdi untuk memilih kemerdekaan, namun waktunya tidak tepat.

Pemerintah Irak telah mengatakan akan menolak tindakan sepihak oleh otoritas regional Kurdi yang mengiginkan kemerdekaan Kurdistan.

Pernyataan tersebut pada hari Jumat datang dua hari setelah Masoud Barzani, presiden Pemerintah Daerah Kurdistan (Kurdistan Regional Government – KRG), mengumumkan bahwa referendum kemerdekaan Kurdi akan diselenggarakan pada tanggal 25 September 2017 mendatang.

Pejabat di wilayah otonomi Kurdi Irak telah mengumumkan bahwa wilayah Kurdistan di utara Irak itu akan mengadakan referendum kemerdekaan pada tanggal 25 September 2017.

Baca Juga  Turki Serang Militan Kurdistan di Irak dan Suriah

Masoud Barzani, presiden Pemerintah Daerah Kurdistan Irak (KRG),telah  mengumumkan pada Rabu (7/6) bahwa  referendum atau pemungutan suara untuk kemerdekaan Kurdi akan dilaksanakan 25 September 2017.

Mengenai rencana referendum kemerdekaan Kurdistan ini, langsung mendapat penolakan pemerintah Irak.

“Tidak ada satu pihak sendiri yang dapat memutuskan nasib Irak, ” kata Saad al-Haddithi, juru bicara pemerintah Irak, dalam sebuah pernyataan.

“Irak secara konstitusional merupakan negara federal yang demokratis dengan kedaulatan penuh … Setiap tindakan dari pihak manapun di Irak harus didasarkan pada konstitusi,” kata Haddithi, Jumat, (9/6).

Referendum mengenai apakah  Kurdistan akan memisahkan diri dari Irak, direncanakan akan diadakan di wilayah tiga gubernur yang membentuk wilayah Kurdi, dan di wilayah yang diperdebatkan oleh pemerintah Kurdi dan Irak, namun saat ini berada di bawah kendali militer Kurdi.

Wilayah yang diperdebatkan termasuk petak-petak wilayah utara yang diklaim oleh Irak Kurdi dan Baghdad, termasuk provinsi Kirkuk yang kaya minyak.

Negara Turki pada hari Jumat (9/6) juga sangat menentang rencana referendum Kurdi, dengan menyebut rencana tersebut sebagai “kesalahan mengerikan”.

Baca Juga  Turki Serang Militan Kurdistan di Irak dan Suriah

Negara-negara tetangga Irak, termasuk Turki, serta Suriah dan Iran, yang semuanya memiliki populasi suku Kurdi yang besar, berulang kali di masa lalu dan kini telah menolak langkah menuju kemerdekaan Kurdi. (*)

Komentar

Berita Terbaru