oleh

Rekam Jejak Hakim Kusno Jadi Sorotan ICW

PENANEGERI, Jakarta – Rekam Jejak atau track record Hakim Kusno yang menjadi hakim tunggal dalam sidang praperadilan Setya Novanto yang digelar pada hari Kamis (30/11) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, jadi sorotan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Menurut Peneliti ICW Kurniawan, rekam jejak hakim Kusno saat ini perlu menjadi perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terutama dari catatan resmi harta kekayaan Hakim Kusno yang dalam lima tahun terakhir melonjak signifikan.

Berdasarkan laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kusno tercatat memiliki kekayaan sebanyak Rp 4.249.350.000.

“Di tahun 2011 laporan LHKPN tercatat harta hakim Kusno hanya Rp1.544.269.000. Tentu lonjakan ini perlu ditelusuri lebih lanjut ini penting untuk memastikan bahwa harta kekayaan tersebut diperoleh benar oleh yang bersangkutan,” kata Kurniawan.

ICW (Indonesia Corruption Watch) juga melakukan pemantauan terhadap harta kekayaan hakim Kusno dari acch.kpk.go.id.

Hakim Kusno terakhir melaporkan harta kekayaan saat menjadi Ketua Pengadilan Negeri Pontianak pada Oktober tahun 2016.

Sebelum itu, Kusno melaporkan harta kekayaan pada bulan Maret tahun 2011 saat menjadi Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan total harta kekayaan Rp 1.544.269.000,-.

Lima tahun berselang, harta kekayaan Kusno menjadi Rp 4.249.250.000,-.

“Tentu lonjakan ini perlu ditelusuri lebih lanjut, ini penting untuk memastikan bahwa harta kekayaan tersebut diperoleh secara benar oleh yang bersangkutan,” ujar Emerson Yuntho dari ICW.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga khawatir bahwa rekam jejak hakim Kusno menunjukkan tidak berpihaknya Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terhadap upaya pemberantasan korupsi.

“Muncul kekhawatiran Setya Novanto akan menang lagi dalam praperadilan jilid II,” ujar Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho kepada wartawan, Minggu (26/11).

Tercatat saat menjabat sebagai Hakim di Pengadilan Pontianak, Kusno pernah empat kali menjatuhkan vonis bebas dalam kasus korupsi.

“Hakim Kusno tercatat pernah membebaskan empat terdakwa kasus korupsi,” tegas Emerson.

Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan pemantauan rekam jejak dengan menelusuri Direktori Putusan Mahkamah Agung.

“Saat menjabat sebagai Hakim Pengadilan Negeri Pontianak, Hakim Kusno tercatat pernah membebaskan empat terdakwa kasus korupsi,” kata Koordinator Divisi Monitoring Hukum ICW Emerson Yuntho, Senin  (27/11).

Empat kasus tersebut yakni:

  1. Dana Suparta, perkara korupsi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan di Kab Kapuas Hulu tahun Anggaran 2013 (Vonis tanggal 8 Desember 2015)
  2. Muksin Syech M Zein, perkara korupsi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan di Kab Kapuas Hulu tahun Anggaran 2013 (Vonis tanggal 8 Desember 2015)
  3. Riyu, perkara korupsi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan di Kab Kapuas Hulu tahun Anggaran 2013 (Vonis tanggal 8 Desember 2015)
  4. Suhadi Abdullani, perkara korupsi jual beli tanah untuk pembangunan terminal antar negara di belakang Terminal Induk Singkawang (Vonis tanggal 22 Februari 2017)

Selain itu, pada 13 April 2017, Hakim Kusno pernah menjatuhkan vonis ringan yaitu 1 tahun penjara kepada terdakwa, Zulfadhli, anggota DPR RI, dalam perkara korupsi dana bantuan sosial Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2006-2008 yang diduga merugikan keuangan Negara hingga Rp 15 miliar. (*)

Komentar

Berita Terbaru