oleh

Reskrimum Polda Aceh Periksa Pegawai BKPSDM Pemkab Aceh Tamiang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tamiang diperiksa Subdit Reskrimum Polda Aceh, terkait kasus CPNS K2 yang pernah di laporkan LSM Gadjah Puteh beberapa pekan lalu. Pemeriksaan dilakukan di salah satu ruangan Aula Hotel Grand Arya, di Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat (29/9) secara tertutup.

Pantauan Penanegeri.com, sedikitnya empat orang PNS BKPSDM Aceh Tamiang yang mengenakan pakaian biasa, masing-masing di BAP oleh petugas. Seperti diketahui persoalan CPNS K2 yang telah mencuat yakni, dugaan adanya pungutan liar (pungli) terhadap guru honorer K2 yang sampai saat ini belum menerima SK dan NIP. Tetapi sejauh pemeriksaan terhadap ASN BKPSDM di hotel Grand Arya, awak media belum bisa memperoleh keterangan resmi dari pihak Polda Aceh.

“Kami tidak bisa memberikan keterangan sebelum nanti gelar perkara,” ujar salah seorang penyidik Polda Aceh kepada wartawan, Jumat (29/9) sore.

Saat ditanya siapa PNS yang sedang diperiksa dan apa perannya dalam kasus K2, lalu apakah koordinator yang mengutip uang kepada guru K2 sudah dipanggil, polisi enggan memberi penjelasan. Penyidik yang diketahui berpangkat perwira tersebut hanya menegaskan, pihaknya bekerja secara profesional dan serius, sejauh ini  telah 20 orang sudah dipanggil dan diperiksa.

Baca Juga  Ban Bocor Saat Menikung, Mobil Pengangkut Sayur Terjun ke Parit

Informasi yang berhasil dihimpun Penanegeri.com menyebutkan, Tim Reskrimum Polda Aceh yang datang ke Aceh Tamiang sejumlah empat orang, salah satunya berpangkat AKBP. Mereka berada di Aceh Tamiang sejak, Rabu (26/9). Sebelumnya dikabarkan, penyidik Polda Aceh juga sudah bertemu dengan para korban K2 yang berasal dari Kecamatan Manyak Payed, sebanyak 11 orang. Setelah meminta keterangan korban pada hari Kamis (28/9) penyidik turut memanggil koordinator dari UPTD 5 Manyak Payed atas nama Ratih Rozalia.

“Kami sudah dimintai keterangan secara bertahap, pertama tujuh orang dan yang kedua empat orang. Koordinator UPTD, Ratih Rozalia juga sudah dipanggil sama dengan kami. Semua korban sudah kasih keterangan seperti dalam pernyataan tertulis waktu itu. Polisi juga bertanya berapa sudah memberi uang untuk pengurusan CPNS K2,” terang Maridah dan sejumlah korban K2 yang dihubungi awak media, Jumat sore.

Ratih Rozalia selaku koordinator UPTD 5 Manyak Payed pada saat itu, ketika dihubungi Penanegeri.com melalui telepon selular ke nomor 085359014xxx tidak aktif. Informasi lain yang diterima menyebutkan, salah seorang kordinator dari UPTD 2 Kejuruan Muda atas nama Mailizar yang disebut-sebut punya akses ke pejabat BKPP Aceh Tamiang juga belum memenuhi panggilan dari penyidik Reskrimum Polda Aceh untuk di BAP.

Komentar

Berita Terbaru