oleh

Ricciardo Kagum Dengan Mentalitas Rossi

PENANEGERI, Moto GP – Daniel Ricciardo mengatakan bahwa dia memiliki rasa kagum atas kekuatan mental dan fisik Valentino Rossi untuk terus memenangkan balapan dan berada di puncak olahraga tersebut selama 21 tahun, seperti yang dikenang pembalap asal Australia itu pada kemenangannya di Assen baru-baru ini.

Rossi merebut kemenangan Grand Prix ke-115 bulan lalu di Assen yang membentangkan rekor kemenangannya menjadi 21 tahun sejak kejuaraan dunia perdananya di kelas 125cc di Grand Prix Republik Ceko tahu 1996.

Ricciardo, yang baru berusia 28 tahun, mengatakan bahwa dia terpesona oleh ketahanan dan kemampuan berusia 38 tahun untuk terus bersaing di tingkat atas selama lebih dari dua dekade, mengambil tantangan fisik dan mental yang dimiliki Moto GP dan menjadi ikon olahraga otomotif tersebut.

“Dia 10 tahun lebih tua dari saya, dan seseorang mengatakan kepada saya bahwa rentang antara kemenangan pertamanya dan yang terakhir di Assen (pada hari yang sama kami berlomba di Baku) hampir 21 tahun. Kemenangan, dan dia jelas melakukan banyak hal, adalah satu hal yang menjadi identik untuk namanya, tapi dia juga menjadi inspirasi bahkan hanya dari sudut pandang fisik,” ungkap Ricciardo dikutip dari website milik Red Bull, Jum’at (7/7).

Baca Juga  Ricciardo Belum Putuskan Masa Depan di Red Bull

Menurutnya, Moto GP adalah olahraga fisik (belum lagi cedera yang bisa dihadapi), jadi baginya untuk tetap melakukannya (bekerja) seperti semula dan berada dengan cara yang tepat di kejuaraan adalah hal yang sangat luar biasa.

“Secara mental, jelas dia belum mendapatkan masalah, dan juga komitmen di luar balapan darinya sama-sama mengesankan. Dengan Valentino, yang mengherankan saya adalah saya mengetahui komitmen yang saya miliki dan betapa rumitnya kehidupan pribadi, dia benar-benar bisa mengatasi dan tampak nyaman. Kombinasikan itu dengan sisi fisik dan bagaimana dia berpacu dengan sesama generasi yang lebih muda darinya dan cukup jelas bahwa dia masih di atas sana, dia benar-benar membuat saya merasa kagum,” timpalnya.

“Bagi saya, ketika suatu hari tiba waktu untuk saya berhenti, saya rasa itu akan menjadi rasa letih dengan keseluruhan aksi dan ingin berbaring sebentar. Bahkan itu bisa jadi merupakan faktor lain dari pada kelelahan fisik atau kehilangan sensasi persaingan atau perlombaan ini,” pungkas Ricciardo.

Komentar

Berita Terbaru