oleh

Rohingya Menuntut Keadilan

PENANEGERI, Internasional – Rohingya menuntut keadilan, ketika delegasi PBB mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Ratusan pengungsi Rohingya melakukan unjuk rasa selama kunjungan delegasi Dewan Keamanan PBB ke kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Para Pengungsi Rohingya ini menuntut jaminan untuk kembali dengan selamat ke Myanmar.

Hal ini dinyatakan oleh para pengungsi saat adanya kunjungan ke kamp-kamp pengungsi di distrik Cox’s Bazar di Bangladesh oleh delegasi Dewan Keamanan PBB.

Perwakilan dari 15 negara anggota badan PBB pada hari Minggu (29/4) berbicara dengan beberapa dari 700.000 orang yang melarikan diri dari apa yang PBB sebut “pembersihan etnis” di negara tetangga Myanmar.

Kunjungan diplomat PBB ini dalam kunjungan yang bertujuan untuk  mendapatkan pengetahuan tentang situasi secara langsung.

Di Kutupalong, ratusan pengungsi berunjuk rasa, beberapa orang pengungsi membawa kertas bertuliskan “Kami menginginkan keadilan”.

Perwakilan Rohingya menginginkan kehadiran keamanan internasional di Negara Bagian Rakhine, dan repatriasi di bawah pengawasan PBB, serta pemulihan kewarganegaraan mereka di Myanmar, demikian kantor berita DPA melaporkan.

Baca Juga  ARSA Umumkan Gencatan Senjata

Duta besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyansky, mengatakan kepada wartawan bahwa para diplomat tidak akan berpaling dari krisis, tetapi menambahkan bahwa menemukan solusi bukanlah tugas yang mudah.

“Sangat penting untuk datang dan melihat semua yang terjadi di sini di Bangladesh dan Myanmar. Tetapi tidak ada solusi ajaib, tidak ada ‘tongkat ajaib’ untuk menyelesaikan semua masalah ini,” katanya seperti dikutip oleh kantor berita Associated Press.

Sedangkan Kantor Berita Al-Jazeera, yang melaporkan dari Cox’s Bazar, mengatakan bahwa para pengungsi perempuan sembari menangis mengatakan kepada perwakilan diplomat tentang diperkosa dan kehilangan anggota keluarga.

Para perwakilan juga diperlihatkan presentasi yang termasuk “foto-foto sangat grafis” dari apa yang mereka katakan adalah pengungsi Rohingya yang telah tewas ketika mereka mencoba melarikan diri dari Myanmar.

Ratusan ribu pengungsi Rohingya mulai tiba di Bangladesh pada Agustus tahun lalu, setelah tentara Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Pasukan keamanan Myanmar dituduh melakukan perkosaan, pembunuhan, penyiksaan, dan membakar rumah-rumah Rohingya.

Baca Juga  Pengungsi Rohingya Hampir Tembus Angka 90.000 Jiwa yang Lari dari Myanmar

Doctors Without Borders (MSF), seperti dikutip kantor Berita Aljazeera mengatakan bahwa pada bulan pertama meletusnya kekerasan, 6.700 orang Muslim Rohingya terbunuh.

Pada hari Senin (30/4), para diplomat akan melanjutkan perjalanan ke Myanmar untuk bertemu dengan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan perjalanan dengan helikopter ke Negara Bagian Rakhine. (*)

Komentar

Berita Terbaru