19 November 2018
iklan Kejati
oleh

Rudal Korut Jatuh di Perairan Hokkaido Jepang

PENANEGERI, Desk Internasional – Korea Utara (Korut) menembakkan sebuah rudal (misil) balistik dari dekat ibukota Pyongyang-Korut yang sempat terbang di atas Hokkaido (Jepang) sebelum jatuh terjun ke Samudra Pasifik utara, Selasa pagi (29/8).

Peluncuran misil ini menjadi sebuah uji coba agresif atas wilayah Jepang yang merupakan sekutu dekat AS. Peluncuran ini seakan mengirim pesan jelas untuk menentang Washington dan Seoul yang tengah melakukan latihan perang di dekat wilayah Korut.

Korea Utara menembakkan rudalnya yang lewat di atas wilayah Jepang. Hal ini segera memicu kehebohan di wilayah Jepang, Selasa (29/8).

Penyiar Jepang TV NHK mengatakan rudal tersebut pecah menjadi tiga bagian dan jatuh ke perairan di Hokkaido Jepang.

Rudal tersebut jatuh ke perairan sejauh 1.180 km timur pulau Hokkaido utara Jepang, kata TV Jepang NHK.

Peluncuran tersebut nampaknya merupakan misil Korut yang pertama melintas di Jepang sejak 2009.

Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan rudal tersebut melakukan perjalanan sekitar 2.700 km dan mencapai ketinggian maksimum 550 km saat rudal /misil tersebut terbang di atas pulau Hokkaido utara Jepang dan jatuh di laut.

Baca Juga  Ancaman Korea Utara Beri 'Hadiah Besar' untuk Amerika Serikat

Militer Korea Selatan mengatakan bahwa rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Sunan di dekat ibukota Korea Utara, Pyongyang, tepat sebelum pukul 06:00 pada hari Selasa (29/8) (21:00 GMT pada hari Senin).

Penyiar Jepang NHK melaporkan bahwa rudal itu terbang di atas pulau utama Hokkaido utara dan pecah menjadi tiga bagian dan jatuh ke perairan 1.180 km timur Cape Erimo.

Sistem peringatan J-Alert pemerintah Jepang menyarankan orang-orang di utara Jepang untuk mengambil tindakan pencegahan, namun NHK mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kerusakan.

Militer Jepang tidak berusaha menembak jatuh rudal tersebut, yang melewati wilayah Jepang sekitar pukul 06.06 (21.06 GMT).

Atas peluncuran rudalnya ini  belum ada komentar langsung dari pihak Korea Utara.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada hari Selasa (29/8) bahwa peluncuran rudal terbaru Korea Utara merupakan ancaman yang akan ditanggapi Tokyo dengan tegas.

“Peluncuran rudal balistik ini tampaknya terbang melayang di atas wilayah kita. Ini adalah ancaman serius  bagi bangsa kita,” kata juru bicara pemerintah kepada wartawan.

Baca Juga  Korea Utara Tolak Sanksi PBB

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari Selasa (29/8) mengatakan peluncuran rudal Korea Utara atas wilayahnya merupakan “ancaman serius yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

“Tindakan pemberontakan mereka yang mematikan terhadap negara kita adalah ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, serius dan serius dan sangat merusak perdamaian dan keamanan regional,” katanya kepada wartawan.

Dia mengatakan bahwa dia akan meminta sebuah pertemuan mendesak di PBB untuk membahas tindakan lebih lanjut, dengan sangat menuntut untuk meningkatkan tekanan terhadap Korea Utara.

Seorang mantan pejabat militer Korea Selatan yang sekarang menjadi analis di Institut Seoul untuk Studi Timur Jauh mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa data penerbangan awal menunjukkan rudal tersebut kemungkinan adalah rudal jarak jauh Hwasong-12, rudal jarak menengah baru yang baru-baru ini dinyatakan untuk mengancam akan ditembakkan menuju Guam, AS.

Korea Utara telah bereaksi dengan kemarahan pada latihan militer AS-Korea Selatan, yang terjadi sekarang, sering melakukan uji coba senjata dan melepaskan ancaman ke Seoul dan Washington di media yang dikendalikan negara.

Baca Juga  Korea Utara: Perang Nuklir Dapat Terjadi Kapan Saja

Dan nada permusuhan Korut juga menyusul menanggapi ancaman Trump untuk melepaskan “api dan kemarahan” di Korea Utara, dan rencana Pyongyang menyatakan untuk mempertimbangkan untuk menembakan beberapa rudalnya ke Guam.

Michael Penn, presiden kantor berita Shingetsu di Tokyo, mengatakan kepada kantor berita Al Jazeera bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terus menguji batas-batas yang telah dia lakukan sejak berkuasa.

“Apa yang berbeda sekarang, dan apa yang membuat situasi ini berpotensi lebih berbahaya, adalah orang tidak lagi tahu apa kebijakan Amerika Serikat nantinya. Mereka tidak lagi tahu bagaimana reaksi Presiden Trump,” kata Penn.

“Ini benar-benar ujian besar pertama sejak pidato ‘api dan amarah’ yang dikemukakan Donald trump. Jadi, faktor X besar hal yang paling memprihatinkan apa yang akan dilakukan oleh administrasi Trump karena kebijakannya tampaknya menjadi agak tidak stabil dibandingkan dengan masa lalu,” jelasnya.

Peristiwa peluncuran rudal Korut ke wilayah Hokkaido, Jepang  ini langsung menjadi trending topic pada hari Selasa (29/8).(*)

Komentar

Berita Terbaru