oleh

Russia dan Filipina Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pertahanan

PENANEGERI, Desk Internasional – Russia dan Filipina menandatangani perjanjian kerjasama pertahanan, serta menegaskan kembali kerjasama melawan terorisme

Russia dan Filipina telah menandatangani hampir selusin kesepakatan, termasuk sebuah perjanjian kerja sama pertahanan dan militer, beberapa hari setelah Rodrigo Duterte mempersingkat kunjungan di Moskow  untuk segera mengatasi krisis terorisme yang sedang berlangsung di selatan negara tersebut.

Secara keseluruhan, Moskow dan Manila menandatangani 11 dokumen yang telah dipersiapkan untuk kunjungan presiden Filipina ke Rusia.

“Ini termasuk perjanjian kerja sama pertahanan, memorandum tentang kerja sama dalam energi nuklir, perdagangan, investasi, industri, transportasi, budaya, dan seni, serta sebuah program aksi untuk kerja sama di bidang pariwisata dan rencana konsultasi antara kementerian luar negeri kami,” jelas Menteri Sergey Lavrov mengatakan dalam pembicaraan dengan Sekretaris Luar Negeri Filipina, Alan Peter Cayetano seperti diberitakan kantor berita RT, Kamis (25/5).

Para menteri juga membahas “kerja sama yang ditingkatkan” dalam menangani ancaman global, seperti terorisme internasional, perdagangan narkoba ilegal, cybercrime dan pembajakan laut.

Baca Juga  Seorang Bersenjata Tewaskan 37 Orang di Kasino Filipina

Pada hari Selasa, setelah pertemuan mereka di Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin dan rekannya dari Filipina menginstruksikan delegasi mereka untuk menandatangani sejumlah dokumen penting setelah Duterte memberlakukan undang-undang darurat militer dan mengurangi kunjungannya dari Rusia karena serangan teroris di Marawi.

Duterte mengatakan kepada Putin bahwa negaranya membutuhkan mitra dan pemasok senjata modern yang andal untuk memerangi terorisme. Isu tersebut menjadi semakin mendesak, setelah Washington menghentikan penjualan 27.000 senjata api tahun lalu, dengan alasan dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Filipina.

Berbicara kepada wartawan pada hari Rabu lalu, Cayetano mengatakan bahwa Rusia bersedia melakukan “semua upaya” untuk memenuhi permintaan Duterte. Philippine Star juga melaporkan bahwa selama pertemuan dengan Putin, presiden Filipina tersebut meminta pinjaman untuk membeli senjata.

Situasi memamg masih memanas di Marawi dengan  pertempuran sengit sepanjang hari Kamis (25/5) dan Jumat (26/5), antara Tentara Filipina dan milisi Maute yang telah menyusup ke kota pada hari Selasa (22/5). (*)

Komentar

Berita Terbaru