oleh

Sabang Marine Festival 2017 Jadikan Aceh Mendunia

PENANEGERI, Sabang – Sabang Marine Festival (SMF) III di Arena Sabang Fair resmi dibuka, Jumat 21 April 2017 oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Presiden Joko Widodo sudah menempatkan pariwisata dan maritim menjadi sektor prioritas. Selain pangan, energi dan infrastruktur.

“Event pariwisata yang bertema bahari semakin banyak dan beragam. Termasuk Festival ini menuju ke Sail Sabang 2017. Sekali merengkih dayung, dua tiga pulau terlampaui,” kata Arief Yahya.

Destinasi wisata bahari yang keindahan bawah lautnya tersohor di pulau paling ujung barat Indonesia, Sabang, Aceh ini makin mendunia ketenarannya.

Pembukaan SMF III ini diawali dengan atraksi drumben dari SMP Negeri II Kota Sabang, dan ditutup dengan atraksi para layang bermotor yang terbang mengitari arena Sabang Fair, tempat pembukaan Sabang Marine Festival digelar.

SMF III diadakan sejak 19 April hingga 23 April 2017, Pulau Weh akan menjadi pusat acara Sabang Marine Festival (SMF) III 2017.

Para yachtist (sebutan pelayar) terlihat antusias mengikuti event tersebut. Mereka datang dari 20 negara untuk mengeksplorasi sejumlah keindahan kepulauan Sabang, termasuk pulau Weh.

Dalam Sabang Marine Festival 2017 ini pihak Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) ini memboyong 54 yachtist untuk melihat keindahan Marina Lhok Weng yang merupakan salah satu lokasi pelabuhan khusus untuk kapal layar yacht. Di sana mereka disambut dengan penampilan tarian kolosal dari Sanggar Nol Kilometer.

Menteri Pariwisata Arief  yahya juga berharap, semua pihak berperan aktif dalam mempromosikan industri pariwisata Sabang ke dunia Internasional. Pada tahun ini, jumlah kunjungan yacht ke Sabang akan terus meningkat.

“SMF 2017 ini bisa dijadikan sebagai pemanasan bagi Kota Sabang guna menyongsong perhelatan akbar, dimana pada tanggal 2 Desember 2017 nanti, kota ini akan menjadi pusat perhatian dunia dengan akan diselenggarakannya rangkaian kegiatan dan puncak acara Sail Sabang 2017 yang akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI dan para menteri kabinet kerja, para duta besar, tamu-tamu mancanegara serta para yachters,” jelas Menteri Pariwisata.

Karena itu, dirinya berharap masyarakat setempat berperan aktif ikut menjaga serta memelihara terumbu karang, termasuk yang ada di bawah laut Pulau Weh.

Menurutnya, prinsip dalam dunia wisata alam yang berbasis bahari, semakin dilestarikan, maka dengan sendirinya kunjungan wisatawan akan meningkat dan bermuaranya pada kesejahteraan terhadap pelaku industri pariwisata itu sendiri dan masyarakat secara umum.

“Masyarakat harus menjaga biota laut Sabang dan jangan sampai rusak, alam dan ekosistemnya, karena itu akan berpengaruh pada pariwisata dan juga berimbas pada perekonomian daerah juga,” ujarnya.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Sabang karena adanya kemudahan Visa On Arrival (VOA) dan wisatawan asing langsung bisa memperoleh Visa On Arrival di Sabang khususnya yacht dan cruise yang melakukan kunjungan ke Sabang dalam rangka Sabang Marine Festival (SMF).

Industri wisata di pulau paling ujung barat Indonesia, wilayah Sabang khususnya wisata bahari merupakan destinasi unggulan yang kemudian menjadi daya tarik utama untuk kunjungan oleh sejumlah para wisatawan dunia.
Wilayah Sabang sebagai kawasan paling ujung barat Indonesia juga memiliki potensi investasi seperti pada disektor parawisata, perikanan, pertanian, dan industri perdagangan. (*)

Komentar

Berita Terbaru