oleh

Sanksi Blokade tak Bahayakan Ekonomi Qatar

PENANEGERI, Desk Internasional- Sanksi blokade pada Qatar yang dilakukan secara berombongan oleh negara-negara Arab, tak bahayakan ekonomi Qatar.

Hal ini dinyatakan oleh  Menteri Keuangan Qatar Ali Sherif Al Emadi seraya menyatakan bahwa  wilayah semenanjung Arab  berada dalam posisi ekonomi yang cukup nyaman.

Menteri Keuangan Qatar juga mengatakan bahwa Qatar dapat mempertahankan ekonomi dan mata uangnya terhadap sanksi keras yang diberlakukan oleh negara-negara tetangga Qatar yang tergabung dalam GCC (Gulf Cooperation Council).

Qatar dapat dengan mudah mempertahankan ekonomi dan mata uangnya terhadap sanksi oleh negara-negara Arab lainnya, demikian menteri keuangan Qatar Ali Sherif al-Emadi mengatakan kepada televisi CNBC dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Senin (12/6).

Dia mengatakan bahwa negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi kepada Qatar juga akan kehilangan uang karena kerusakan bisnis di wilayah tersebut.

“Banyak orang mengira kita satu-satunya yang kalah dalam hal ini … Jika kita akan kehilangan satu dolar, mereka juga akan kehilangan satu dolar,” katanya.

Baca Juga  Vladimir Putin Ingatkan krisis Teluk bisa Membahayakan Upaya Perdamaian Suriah

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi seminggu yang lalu, menuduh Doha mendukung “terorisme” – sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Qatar.

Sanksi tersebut telah mengganggu arus impor dan bahan lainnya ke Qatar dan menyebabkan banyak bank asing meningkatkan usaha mereka dengan negara tersebut.

Namun Menkeu Qatar, Emadi mengatakan sektor energi dan ekonomi eksportir gas alam cair terkemuka di dunia pada dasarnya beroperasi seperti biasa dan tidak ada dampak serius pada operasi bank dan pasokan makanan atau barang lainnya.

“Kami bisnis seperti biasa, dan kami buka untuk urusan bisnis,” katanya. “Kami tahu bahwa kita mungkin memiliki satu atau dua tantangan di sana sini, tapi ini adalah negara yang sangat tangguh. Kami memiliki aset dan keamanan yang kita butuhkan.” ujarnya

“Qatar Tidak perlu khawatir”, tambah Menkeu Ernadi lagi.

Qatar dapat mengimpor barang dari Turki, Timur Jauh atau Eropa dan akan merespons krisis tersebut dengan melakukan diversifikasi ekonominya bahkan lebih, katanya kepada TV CNBC.

Baca Juga  Prancis Serukan Pencabutan Sanksi Terhadap Warga Qatar

“Cadangan dan dana investasi kami lebih dari 250 persen produk domestik bruto, jadi saya rasa tidak ada alasan mengapa orang perlu khawatir dengan apa yang terjadi atau spekulasi mengenai riyal Qatar,” tegas menkeu Qatar.

Ketika ditanya apakah Qatar mungkin perlu mengumpulkan uang dengan menjual saham di perusahaan-perusahaan besar Barat yang dipegang oleh dana kekayaan kedaulatannya, Emadi mengindikasikan bahwa ini bukan saatnya sekarang.

“Kami sangat nyaman dengan posisi, investasi dan likuiditas kami di sistem kami,” katanya.

Harga obligasi internasional Qatar telah turun tajam, namun untuk menjawab pertanyaan lain, Emadi mengatakan bahwa dia tidak melihat perlunya pemerintah masuk ke pasar dan membeli obligasi tersebut untuk mendukung harga.

“Ada reaksi di pasar [setelah pengumuman 5 Juni] yang bisa dimengerti,” kata Emadi. “Jika Anda mengambil tindakan sebesar ini, itu normal Kami melihat rebound kembali.” ucapnya.

Qatar tak bisa Didikte

Sejak tindakan tersebut diumumkan pada 5 Juni, beberapa analis menilai mereka sebagai upaya untuk menekan Qatar mengubah kebijakan luar negerinya.

Dalam wawancara dengan televisi CNBC, Emadi mengatakan: “Mereka ingin mendikte kebijakan luar negeri kita Semua orang tahu bahwa Qatar tidak akan membiarkan seseorang mendikte kebijakan luar negerinya atau memanipulasi bagaimana kebijakan luar negeri mereka dijalankan,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru