oleh

Satu lagi Pelaku Pembakar Hidup-hidup Joya Ditangkap

PENANEGERI, Bekasi – Jajaran Polres Bekasi kembali menangkap tersangka baru kasus penganiayaan dan pembakaran korban amuk massa bernama M Alzahra atau Joya, yang dibakar hidup-hidup.

Korban Joyadibakar hidup-hidup oleh sekelompok pelaku setelah dituduh mencuri amplifier musala.

Kapolres Bekasi Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, satu dari tiga tersangka baru itu punya peran paling besar atas meninggalnya Joya, yakni tersangka berinisial SD (27).

SD yang berprofesi sebagai pedagang kabur ke Kampung Cigunung, Cimanuk, Pandeglang, Banten.

SD adalah tersangka yang diduga berperan sebagai penyiram bensin dan penyulut untuk membakar korban.

Polisi terpaksa melumpuhkan kaki SD (27), pelaku yang berperan menyiram bensin dan membakar Muhammad Aljahra alias Zoya (30). Tersangka pembakar Joya bernama SD itu tepaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri dari petugas kepolisian.

Tersangka SD terpaksa ditembak oleh aparat karena berusaha melarikan diri saat diminta menunjukan pelaku lain.
Kombes Asep menambahkan, polisi pun terpaksa menembak kaki tersangka SD. Pasalnya, dia sempat mencoba melarikan diri.

Baca Juga  Para Pelaku Pembunuhan Pasutri Pengusaha Garmen telah Ditangkap

“Untuk saudara SD (27), yang perannya menyiram dan membakar korban, terpaksa harus kami tindak tegas dengan menembak bagian kaki. Karena saat hendak menunjukkan pelaku lain, mencoba melarikan diri,” ujar Kombes Asep di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (9/8)

Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra menerangkan, SD telah melarikan diri pasca mengetahui dirinya dicari polisi.

“Tersangka SD diduga menyiramkan bensin ke tubuh MA (M Alzahra atau Joya). Dia juga diduga sebagai orang yang menyulut api ke tubuh MA,” kata Kombes Asep, Jakarta, Rabu (9/8)

“Untuk saudara SD (27), yang perannya menyiram dan membakar korban, terpaksa harus kami tindak tegas dengan menembak bagian kaki. Karena saat hendak menunjukkan pelaku lain, mencoba melarikan diri,” jelas Kombes Asep.

Polisi menginterogasi SD untuk menggali motif dirinya melakukan pembakaran terhadap MA.

SD mengaku membeli bensin eceran, kemudian menyiramkan bensin ke tubuh MA dan membakarnya.

“Khususnya saudara SD yang membeli bensin, menyiram dan membakar korban itu karena terbakar emosi saat itu, sehingga dia lupa akhirnya berbuat sangat kejam terhadap MA,” ucap Asep.

Baca Juga  Ibu Muda dan Kekasih Tewas Dibacok Suami

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka atas kasus pengeroyokan dan pembakaran korban amuk massa bernama Joya.

Kuburan Joya Dibongkar untuk Autopsi

Sementara itu untuk keperluan Autopsi, maka pihak Kepolisian membongkar makam M Alzahra alias Joya, di TPU Kedondong, BTN Buni Asih Kongsi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito menyatakan, pembongkaran dilakukan untuk menyelidiki penyebab kematian Joya. Keputusan autopsi dilakukan sesuai permintaan keluarga.

AKBP Rizal menambahkan bahbwa autopsi ini untuk kepentingan penegakan hukum dan keadilan atas kasus pembakaran hidup-hidup pada almarhum Joya.

“Autopsi ini setelah adanya masukan dari kuasa hukum yang meminta dilakukan autopsi,” jelas Rizal.

Kuasa hukum keluarga Joya, Abdul Chalim Sobri SH mengatakan, pembongkaran dilakukan untuk mencari bukti tambahan, guna menyelidiki penyebab kematian Joya.(*)

Komentar

Berita Terbaru