oleh

Satu Teroris Tewas Akibat Lawan Petugas di Manukan, Surabaya

PENANEGERI, Surabaya – Baku tembak polisi melawan terduga teroris terjadi di kawasan Manukan Kulon, Surabaya, hari Selasa (15/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan ada satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak. Jenazah terduga teroris itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara, Surabaya.

Kombes Frans Barung Mangera menegaskan tembakan terpaksa dilakukan Densus 88 karena tindakan terduga teroris melawan petugas dan membahayakan masyarakat.

Frans Barung mengatakan terduga teroris tersebut melakukan perlawanan terhadap Densus 88 di kawasan permukiman padat penduduk. Karena itu, polisi harus melakukan tindakan tegas.

“Petugas mengambil tindakan tegas karena (terjadi) di wilayah permukiman dan melawan petugas. Sehingga kita mengambil tindakan cukup keras,” kata Frans Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (15/5).

Terduga teroris seorang lelaki diperkirakan berumur sekitar 39 tahun.

“Pelaku melawan dan membahayakan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan dilumpuhkan. Hanya itu informasi yang kami terima saat ini,” ujar Kombes Frans Barung kepada wartawan di Humas Mapolda Jatim, Selasa (15/5).

Baca Juga  Satu Bayi Diduga Terjangkit Virus Kawasaki di Surabaya

Jenazah terduda teroris itu tiba di RS Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Ketintang, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/8/2018). Jenazah tiba pukul 18.15 WIB. Terduga teroris ini belum diketahui namanya.

Polisi mengambil tindakan tegas karena dia berusaha melawan saat akan ditangkap. Apalagi lokasi disana ialah kawasan permukiman pada penduduk.

“Untuk lengkapnya akan kami sampaikan berikutnya,” ucapnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru