oleh

SDF Masih Kepung ISIS di Raqqa

PENANEGERI, Desk Internasional- Pasukan SDF Suriah (Syrian Democratic Forces) mengatakan bahwa mereka telah merebut rute terakhir ke Raqqa, dan sekarang sedang melakukan pengepungan dan pertempuran sengit melawan ISIS di sebagian wilayah kota Raqqa.

SDF (Syrian Democratic Forces) telah membersihkan dan membebaskan wilayah hampir 20 kilometer persegi di sekitar Raqqa selama seminggu terakhir dari tangan kelompok ISIS.

SDF yang didukung koalisi AS telah merebut jalan terakhir ke Raqqa, dan sekarang mengatakan bahwa mereka telah benar-benar mengepung ISIS dan ibukota de facto ISIS, Raqqa di Suriah utara.

ISIS tiga tahun lalu mengklaim mendirikan kekhalifahan dengan ‘twin capital’ atau ibu kota kembarnya yakni Kota Tua Mosul di Irak dan Kota Raqqa di Suriah.

Kini kedua kota di dua negara itu hampir dibebaskan seluruhnya dari cengkeraman kelompok teror ISIS (Islamic State of Irak an Syria).

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) “telah benar-benar mengepung dan menyerang militan ISIS di dalam kota al-Raqqa dari semua sisi,” kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (29/6).

Baca Juga  Selain Terdesak di Kota Tua Mosul, ISIS juga Terdesak di Kota Tua Raqqa

SDF yang dipimpin pihak suku Kurdi telah maju dari kota timur setelah mereka merebut sebuah benteng besar di bulan Mei, dan dari barat dan utara.

Puluhan anggota ISIS yang ditangkap juga ada yang diampuni saat melakukan serangan pemberontak di Raqqa. Anggota ISIS yang diampuni adalah mereka yang berpangkat atau ranking rendahan.

“Di selatan sungai Efrat, SDF sekarang mengendalikan semua rute berkecepatan tinggi ke Raqqa,” ujar Joe Scrocca, juru bicara koalisi pimpinan AS, mengatakan kepada Associated Press.

Bergerak menuju Efrat dari timur “akan benar-benar mengelilingi (mengepung) kota dan telah menjadi rencana SDF sejak awal”, Scrocca menambahkan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, yang memantau Suriah melalui jaringan aktivis di lapangan, mengatakan SDF telah membebaskan desa-desa di seberang sungai, bergerak melalui kawasan Kasret al-Faraj.

Observatorium menggambarkannya sebagai kemajuan “strategis” yang melengkapi pengepungan di sekitar Raqqa.

“Tidak ada pilihan lain selain menyerah atau berjuang sampai akhir,” kata direktur Observatorium, Rami Abdelrahman, seperti dikutip kantor berita Al-Jazeera.

Baca Juga  SDF Maju hingga Tembok Kota Tua Raqqa Melawan Laskar Teror ISIS

Kelompok mlitan ISIL/ISIS sempat melakukan serangan balik terhadap pasukan SDF di sebelah timur kota, dan ISIS sempat mendapatkan kembali kendali atas bagian lingkungan al-Sinaa dan Mashalab, yang diduduki pada masa-masa awal serangan tersebut, kata Abdelrahman. Dia mengatakan ada korban di kedua sisi.

Perkembangan hari Kamis (29/6) terjadi saat pasukan Irak merebut reruntuhan masjid al-Nuri yang terkenal dan sangat simbolis di Mosul, di mana pemimpin kelompok Negara Islam tersebut pertama kali mengumumkan “kekhalifahan” hampir tiga tahun lalu.

Foto orang bernama Abu Bakr al Baghdadi yang disebut sebagai pemimpin kelompok ISIS

Hampir tiga tahun yang lalu, orang bernama Abu Bakr al-Baghdadi yang disebut sebagai pemimpin kelompok ISIS, membuat pengumuman “kekhilafahan” dalam sebuah rekaman di mimbar masjid Al-Nuri, Mosul.

Kini keberadaan orang bernama Abu Bakr al-Baghdadi itu masih gelap. (*)

Komentar

Berita Terbaru