oleh

SDF Sedang Berusaha Bebaskan Kota Raqqa dari Kelompok ISIS

PENANEGERI, Desk Internasional- Pihak SDF (Syrian Democratic Forces) menyatakan pertempuran untuk membebaskan kota Raqqa yang diduduki kelompok ISIL/ISIS telah sampai pada ‘tahap akhir’.

Kelompok ISIL/ISIS sekarang dikabarkan tengah terkepung rapat di pusat kota Raqqa, demikian Aliansi SDF mengatakan hal itu saat mengumumkan pembukaan sebuah front baru.

SDF (Syrian Democratic Forces) merupakan sebuah koalisi pejuang Kurdi dan Arab yang didukung AS.

SDF mengatakan pertempuran selama tiga bulan belakangan ini adalah untuk membebaskan dan merebut  kota Raqqa yang telah dideklarasikan oleh kelompok ISIL/ISIS sebagai ibu kota ISIS di Suriah.

“Kita dapat mengatakan bahwa 80 persen kota Raqqa telah dibebaskan,” kata pihak SDF, seperti dikutip kantor Berita Al jazeera, Rabu (20/9).

Serangan untuk membebaskan kota Raqqa, telah mencapai “tahap akhir” dengan dibukanya sebuah front baru.

Syrian Democratic Forces mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (20/9) bahwa pihaknya telah memulai sebuah serangan baru terhadap negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL/ISIS) di tepi utara Raqqa.

Baca Juga  SDF Serbu ISIS di Raqqa

Ini adalah “fitur dari tahap akhir kampanye ‘Euphrates Wrath’, yang mendekati akhir”, kata pernyataan tersebut, seperti yang dikutip kantor berita Al Jazeera.

SDF juga terus berusaha untuk membebaskan warga sipil yang masih terjebak dalam kota Raqqa di Suriah.

“Kita dapat mengatakan bahwa 80 persen kota Raqqa telah dibebaskan,” katanya.

Kelompok SDF telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengepung rapat kota Raqqa, Syria (Suriah) sebelum memasuki bulan Juni dan menutup semua jalur akses.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights) yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Rabu (20/9) bahwa aliansi SDF tersebut telah merebut lebih dari 90 persen kota Raqqa, dan menambahkan bahwa rintangan utama yang masih tersisa untuk pasukan SDF adalah konsentrasi wilayah tambang yang besar di daerah tersebut.

“Karena serangan udara dari koalisi, maka  ISIL menarik diri dari setidaknya lima lingkungan utama selama 48 jam terakhir,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights.

Baca Juga  Selain Terdesak di Kota Tua Mosul, ISIS juga Terdesak di Kota Tua Raqqa

“Ini memungkinkan Pasukan Syrian Democratic Forces (SDF) menguasai 90 persen kota,” kata Syrian Observatory for Human Rights.

ISIL (juga dikenal sebagai ISIS) dikabarkan sekarang terbatas bercokol pada sebagian pusat kota Raqqa, di gedung administrasi pemerintah, stadion dan terowongan di Raqqa.

Para militan ISIL/ISIS yang tersisa di kota ini hampir kehabisan makanan dan amunisi, demikian Syrian Observatory for Human Rights melaporkan.

SDF telah meluncurkan serangannya terhadap ISIL di kota Raqqa sejak pada bulan Juni, yang didukung oleh serangan udara pimpinan AS dan pasukan khusus di lapangan.

Puluhan ribu warga sipil telah melarikan diri dari pertempuran dalam beberapa bulan terakhir.

Perkiraan jumlah warga yang masih berada di dalam kota berkisar kurang dari 10.000 sampai 25.000.

SDF mengatakan pada hari Rabu (20/9) bahwa pihaknya telah membantu ratusan warga sipil melarikan diri dari kota Raqqa yang terkepung, dalam beberapa hari ini.

Ratusan ribu orang telah terbunuh  dalam konflik ini, dan jutaan orang lainnya mengungsi sejak perang saudara pecah di Suriah, menyusul demonstrasi melawan Presiden Bashar al-Assad pada Maret 2011.

Baca Juga  SDF Maju hingga Tembok Kota Tua Raqqa Melawan Laskar Teror ISIS

Sejak itu berkembang menjadi konflik kompleks multi-front yang melibatkan pasukan pemerintah Suriah, pemberontak Suriah, pejuang Kurdi dan kelompok bersenjata lainnya, termasuk kelompok ISIL/ISIS.

Kelompok ISIL/ISIS bercokol di Raqqa pada awal 2014 lalu, menyebut kota Raqqa tersebut sebagai ibukota “kekhalifahan” yang dideklarasikannya, setelah menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak.

Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah di bawah kendali kelompok ISIL/ISIS telah berkurang dengan cepat. (*)

Komentar

Berita Terbaru