oleh

Sebelum di Pulangkan ke Aceh, Zuraini Asal Bireuen Telah Ziarah Sejumlah Makam di Jawa Tengah

PENANEGERI, Bireuen – Sebelum dipulangkan ke Bireuen, Aceh Zuraini (39) warga Dusun Teumpok Pisang, Paya Reuhat, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen telah melakukan perjalanan jauh, ingin berziarah ke sejumlah makam di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelum di Surabaya, Zuraini telah melakukan ziarah ke beberapa makam, di kawasan Jawa Tengah dengan bermodal uang dari celengannya sebesar Rp 3.5 juta yang telah ditabung selama 2 tahun.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Surabaya, Eko Wicaksono, S.Sos  melalui Kadinsos Bireuen, Dr Murdani kepada Penanegeri.com, Selasa (6/11) menerangkan, sebelum Zuraini sempat diamankan di Dinsos Surabaya, kondisi Zuraini ketakutan, lalu diambil inisiatif untuk dirawat di RSJ selama 14 hari.

Dikatakannya setelah membaik, Zuraini ditampung oleh Dinsos Surabaya, di blok C lingkungan pondok sosial milik Dinsos Surabaya juga menampung seribuan orang-orang korban bencana sosial berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Awalnya Zuarani ini ditemukan personel Polisi, Polsek Daerah Kendang Sari, Surabaya dengan kondisi linglung, gelisah serta mondar-mandir, lalu dilapor dan diamankan ke Dinsos Surabaya awal Agustus lalu,” sebutnya.

Dari keterangan di sana, sejak kecil Zuraini telah berniat untuk pergi berziarah ke 9 makam Walisonggo. Awalnya Ia berangkat naik bus dari pantai barat atau Meulaboh ke Padang, Sumatera Barat hingga ke Surabaya.

Di Surabaya, Zuraini telah melakukan perjalanan dan berziarah ke makam Sunan Kalijaga Demak Raden Said, di Desa Kadilangu, Kabupaten Demak (Bintoro), Provinsi Jawa Tengah.

Selanjutnya makam Sunan Kudus Ja’far Shadiq, di sekitar Mesjid Kudus, Desa Kauman, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Lalu ke makam Sunan Muria Raden Umar Said, di lereng Gunung Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Zuraini juga melakukan ziarah ke makam  Sunan Gresik Maulana, Malik Ibrahim berlokasi di Desa Gapurosukolilo, Gresik Provinsi Jawa Timur.

Berikut ke makam Sunan Drajat Raden Qosim atau Raden Syaifudin, di Desa Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Diakui Eko Wicaksono, Zuraini ini mengatakan baru lima makam sunan tersebut diatas Ia kunjungi, lalu berangkat Surabaya hendak ziarah ke makam Sunan Ampel Raden Rahmat di dalam kompleks makam tua dibelakang Mesjid Ampel Surabaya.

“Di Surabaya kondisinya sudah mengalami kelelahan dan sakit, apa lagi tidak ada sanak saudara disana, sehingga Zuriani diamankan, dan ditampung di Pondok Sosial, Dinsos Surabaya,” katanya.

Selama perjalan ke lima makam sunan Walisonggo, terang Eko Wicaksono Zuraini tidur di beberap mesjid dan tempat yang ada di makamnya.

Untuk menuju ke setiap makam, Zuraini tidak tahu tempat dan ia sempat menanyakan kepada setiap warga disana, lalu warga mengarahkan untuk naik angkutan kota, agar tidak kesasar.

“Di Surabaya sendiri, kondisinya mulai lelah dan sakit hingga dirawat Dinas Sosial setempat, karena kami juga sayang dengan kondisinya yang mulai susah dan tak tahu harus mengadu kemana,” sebutnya.

Terakhir, setelah ditemukan keberadaan keluarganya di Bireuen, Dinsos Surabaya melakukan proses pemulangan Zuraini bersama 46 orang lainnya dari berbagai daerah di  Indonesia, salah satunya Zuraini asal Aceh.

Sementara itu, Zuraini sangat berterimakasih kepada Dinsos Surabaya yang telah merawatnya selama di Surabaya serta telah membawa pulang dirinya kembali ke Bireuen, juga kepad Dinsos Acah dan Bireuen.

“Terimakasih, saya tak tahu harus mengucapkan apa, namun begitulah niat saya,  ingin berziarah ke makam-makam orang hebat, dan hal itu sudah tertanam dalam jiwa saya sejak kecil,” tuturnya dengan berlinang air mata.

Komentar

Berita Terbaru