oleh

Sebelum Dimusnahkan, Polres Aceh Tamiang Uji Keaslian 18 Kg Sabu

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Barang bukti (BB) narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 18 kg dimusnahkan oleh Polisi Resor (Polres) Aceh Tamiang. Pemusnahan dilakukan dengan cara di masukan dalam mesin molen dan kemudian dicampur material semen, pasir  dan air serta dibuang dalam sebuah lubang di perkarangan Mapolres setempat, Kamis (6/4).

Amatan Penanegeri.com, pemusnahan narkotika jenis sabu sejumlah 18 paket tersebut dilakukan secara transparan dengan pengujian tes keasliannya dihadiri dan saksikan Bupati Hamdan Sati, ST, Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang AKBP Rinaldi, SH, perwakilan Polda Aceh, unsur Forkopimda, Dinkes Aceh Tamiang, para Kapolsek dan jajaran pejabat Polres Aceh Tamiang.

Sebelum dimusnahkan, tim gabungan dari perwakilan BPOM Banda Aceh, Dinkes Aceh Tamiang dan Polres setempat mengecek seluruh paket sabu-sabu dan dites keaslianya mengunakan metode cairan khusus, air mineral dan tespek. Setelah beberapa detik, sampel sabu yang dites berubah warna dan membuktikan bahwa barang tersebut benar metamfetamin/sabu-sabu.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetyo, SIK usai acara pemusnahan narkoba kepada media mengatakan, untuk kesekian kalinya Polres Aceh Tamiang melakukan pemusnahan narkotika jenis sabu dan hari ini sebanyak 18 kg sabu telah dimusnahkan. Dari barang bukti tersebut, pihaknya juga menangkap empat orang tersangka yang bertindak sebagai kurir.

Baca Juga  Polres Aceh Tamiang Terima Satu Pucuk Senpi M 16 dari Warga

“Ini menandakan dari barang bukti yang telah kita musnahkan, permasalahan narkoba masih relatif tinggi di Aceh Tamiang,” tutur Kapolres.

Dikatakan Yoga, sejak tiga tahun terakhir peredaran narkoba semakin meningkat di Aceh Tamiang. Hal itu ditandai dengan penanganan kasus narkoba sangat singnifikan setiap tahunnya.

“Terbukti penangan di 2015 ada 99 kasus, 2016 ada 125 kasus dan untuk 2017 sampai dengan bulan Maret yang sudah kita tangani tercatat sebanyak 30 kasus,” terangya.

Menurutnya, penanganan narkoba yang sudah ditangani pihaknya sebagian besar berasal dari luar negeri. Karena letak Aceh Tamiang berbatasan langsung dengan perairan Selat Malaka. Berdasarkan keterangan dari ke empat orang pelaku yang telah diamankan, mereka mendapatkan sabu-sabu dari Negara Jiran Malaysia. Kemudian diselundupkan ke Aceh Tamiang melalui jalur laut Selat Malaka.

“Sesuai Nawacita Bapak Presiden Jokowi ingin memberantas peredaran narkoba di Indonesia, maka kita yang berada diperbatasan laut Selat Malaka menjadi prioritas utama. Proaktif dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengambil tindakan kepolisian minimal dapat memberi informasi peredaran narkoba dilingkungan kita sendiri. Sekecil apapun informasi sangat membantu tugas kepolisian,” harapnya.

Baca Juga  Nelayan Aceh Tamiang Temukan Benda Diduga Bom dan Puluhan Amunisi Aktif

Hal lainnya Kapolres menyebutkan, dalam menanggulangi bahaya narkoba polisi tidak bisa menangani sendirian. Pihak terkait termasuk pemda harus bisa memberi edukasi kepada masyarakat dan pelajar untuk bersinergi dengan aparat penegak hukum terus digulirkan agar peredaran narkoba dapat berkurang dan bisa ditekan.

“Bila ada informasi narkoba disekitar kita segera disampaikan kepada pihak keamanan. Karena bahaya narkoba tidak kenal umur dan pendidikan. Untuk menanggulanginya harus dengan sinergisitas,” himbaunya.

Menurut Alumni Akpol tahun 1998 ini, 18 kg sabu sabu yang telah dimusnakan tersebut jika di rupiahkan senilai Rp 18 miliar. Sementara ke empat pelaku penyelundupan barang haram ini dijerat Pasal 114 dan 115 KUHP dengan hukuman pidana 20 tahun hingga maksimal seumur hidup.

Komentar

Berita Terbaru