oleh

Sejarah di Balik Pohon Bambu Desa Trieng Pantang

PENANEGERI, Aceh Utara – Warga Desa Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara tiap tahunnya menggelar kenduri dan tahlilan yasinan di semak-semak pohon bambu. Ternyata ada sejarah mengejutkan di balik pohon-pohon bambu tersebut.

Tahun-tahun sebelumnya, masyarakat setempat rutin melakukan kegiatan itu. Mereka menyembelih kambing di lokasi tersebut. Sebelum membuat acara kenduri tahunan ini, masyarakat sekitar lebih dulu secara bersama-sama menggelar tahlilan yasinan dan berbagai kegiatan religi lainnya selama tiga malam berturut-turut.

Dalam serangkaian kegiatan religi ini, masyarakat setempat bersama para pemuka agama turut berdoa kepada Allah SWT untuk bersyukur atas rezeki yang diperoleh dan dijauhkan dari mara bahaya.

“Bambu ini memiliki sejarah. Bambu ini tidak seorang pun yang berani memotong dan mengambil untuk keperluan lain yang tidak berhubungan dengan kegiatan ini. Makanya diberi nama Trieng Pantang. Kalau diambil dibawa pulang ke rumah, akan terjadi sesuatu,” kata Kepala Desa Trieng Pantang, Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (2/10).

Hasan menuturkan, masyarakat setempat selama ini sangat antusias menjaga dan merawat pohon-pohon bambu yang berbentuk lingkaran itu.

“Menurut cerita, pohon bambu ini sudah lama tumbuh sebelum tahun 1607, sebelum masa kerajaan Sultan Iskandar Muda dan di bawah pohon bambu ini jadi tempat persinggahan Sultan Iskandar Muda,” ungkap Hasan.

Kenduri tahunan dan tahlilan itu tidak hanya dilakukan warga Desa Trieng Pantang saja. Kegiatan itu turut dilakukan warga-warga desa sekitar seperti warga Desa Arongan, Cot Geulumpang dan Desa Lubok. Lokasi itu kini telah didirikan sebuah pondok berukuran 4 x 4 meter dilengkapi dengan sumur cincin dan diberi lampu penerang.

“Tempat ini kami jadikan sebagai tempat wisata religi. Siapa saja boleh berkunjung. Namun jangan lupa mengucapkan ‘Assalamualaikum ya Ahlal Kubur’ saat masuk ke sini. Kita secara turun temurun tetap menjaga dengan baik pohon bambu ini,” tutur Hasan.

Komentar

Berita Terbaru