oleh

Sejumlah Pangeran Arab Saudi dilaporkan Ditahan dalam kasus Korupsi

PENANEGERI, Desk Internasional – Kerajaan Arab Saudi telah memberhentikan sejumlah menteri senior dan menahan hampir selusin pangeran dalam sebuah penyelidikan oleh komite anti korupsi baru, demikian media pemerintah Saudi melaporkan pada hari Sabtu (4/11).

Pangeran Alwaleed bin Talal, pengusaha miliarder yang memiliki perusahaan investasi Kingdom Holding, termasuk diantara mereka yang ditahan, menurut kantor berita Reuters, mengutip seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya.

Para menteri senior yang dipecat termasuk Pangeran Mitaab bin Abdullah, kepala Garda Nasional, dan Adel Faqih, menteri ekonomi.

Abdullah al-Sultan, komandan angkatan laut Saudi, digantikan oleh Fahad al-Ghafli.

Dalam sebuah pernyataan di kantor berita resmi Saudi, SPA, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menyinggung “eksploitasi oleh beberapa orang lemah yang telah menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan publik, untuk mendapatkan uang secara tidak sah”. Hal ini dinyatakan saat pembentukan komite anti korupsi.

Saluran berita Al Arabiya milik Saudi melaporkan bahwa setidaknya 11 pangeran, dan empat menteri yamg menjabat saat ini, juga beberapa mantan menteri telah ditahan dalam penyelidikan anti korupsi.

Baca Juga  Pangeran Mansour bin Muqrin dari Arab Saudi, Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

Pejabat Saudi, pengusaha yang dilaporkan ditahan adalah:

– Alwaleed bin Talal, pemilik grup Kingdom Holding
– Pangeran Mitaab bin Abdullah, menteri Garda Nasional
– Pangeran Turki bin Abdullah, mantan gubernur Riyadh
– Pangeran Turki bin Nasser, mantan kepala meteorologi, lingkungan
– Waleed al-Ibrahim, ketua kelompok media MBC
– Khaled al-Tuwaijri, mantan presiden Royal Court
– Adel Faqih, menteri ekonomi dan perencanaan
– Amr al-Dabbagh, mantan presiden Otoritas Investasi Umum
– Saleh Abdullah Kamel, ketua Grup Dallah al Baraka
– Saud al-Tobaishi, kepala upacara dan protokol Kerajaan
– Ibrahim al-Assaf, menteri negara dan eksekutif Saudi Aramco
– Bakr Binladin, pemilik perusahaan konstruksi Saudi Binladin Group
– Saud al-Dawish, mantan CEO Saudi Telecom Company
– Khaled al-Mulhem, mantan direktur jendral Saudi Arabian Airlines

Pihak berwenang Saudi belum mengkonfirmasi nama-nama mereka yang ditahan. Namun, 14 mantan menteri dan pejabat saat ini, pejabat dan pengusaha disebutkan di media sosial sebagai diantara mereka yang ditahan.

Baca Juga  Preview Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Asia, Australia VS Arab Saudi

Salah satunya adalah Waleed Ibrahim, ketua Middle East Broadcasting Center (MBC), di mana Al Arabiya beroperasi.

Menurut Al Arabiya, panitia baru yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, melihat kasus banjir tahun 2009 yang menghancurkan sebagian wilayah Jeddah, dan juga tanggapan pemerintah terhadap wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Raja Salman mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa panitia harus “mengidentifikasi pelanggaran, kejahatan dan orang-orang dan entitas yang terlibat dalam kasus-kasus korupsi publik”.

Komite tersebut memiliki wewenang untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan, larangan bepergian, pembongkaran dan pembekuan akun dan portofolio, melacak dana dan aset, dan “mencegah pengiriman uang atau transfer mereka oleh orang dan entitas, apapun bentuknya”, menurut pernyataan tersebut.

Perombakan pemerintah Saudi terjadi beberapa bulan setelah Raja Salman mengganti keponakannya Mohammed bin Nayef dengan anaknya Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota kerajaan.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah berupaya untuk mendorong sejumlah perubahan baik di dalam maupun luar negeri sejak ia menjadi yang pertama sesuai dengan mahkota Saudi.

Baca Juga  Pencabutan Larangan Mengemudi bagi Wanita di Arab Saudi Disambut Baik PBB

Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi telah mengumumkan akan mengizinkan perempuan mengemudi, dan Mohammed bin Salman juga telah berjanji untuk mengembalikan negara ini ke bentuk Islam “moderat”.

Sedangkan Pemecatan Mitaab bin Abdullah sebagai menteri Garda Nasional ini tak lama setelah sebuah serangan rudal oleh pemberontak Houthi Yaman di Bandara Internasional Khaled Riyadh.

Sejak tahun 2015 Arab Saudi telah berperang melawan pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman di perbatasan selatan kerajaan tersebut. (*)

Komentar

Berita Terbaru