oleh

Sekda Kabupaten Cirebon Walk Out Saat Hendak Dilantik Menjadi Staf Ahli

PENANEGERI, Cirebon – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Yayat Ruhayat melakukan aksi walkout (keluar ruangan) setelah dia dimutasi menjadi staf ahli oleh Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.

Yayat beranggapan mutasi jabatannya melanggar perundang-undangan.

“Maaf Pak Bupati, saya tidak mau dilantik karena ini telah melanggar PP tentang pemberhentian pejabat tinggi pratama. Oleh karena itu, saya mohon izin keluar dari ruangan,” ucap Yayat di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Rabu (3/1).

Sontak suasana pelantikan yang khidmat dan sakral tersebut mendadak menjadi gaduh, dan membuat pejabat lain terkejut.

Yayat Ruhayat juga melakukan interupsi ketika acara pelantikan pejabat struktural dan fungsional di Aula Pemda Kabupaten Cirebon berlangsung.

Yayat lalu meninggalkan acara pelantikan tersebut.

Yayat menganggap rotasi jabatannya telah melanggar Undang-undang Nomer 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dan Peraturan Pemerintah Nomer 11 Tahun 2017 tentang Management Aparatur Sipil Negara.

Sementara itu, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra mengakui justru memberhentikan Yayat agar Yayat bisa fokus dalam Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Cirebon.

Baca Juga  Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Ingatkan TNI dan Polri harus Netral dalam Pilkada

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, menjelaskan pula bahwa sikap penolakan untuk dilantik merupakan hak pribadi Yayat.

“Semua orang punya hak menerima atau menolak jabatan, itu adalah hal biasa, karena memiliki pemikiran yang beda-beda,” kata Bupati Sunjaya.

Bupati Sunjaya mengklaim pelaksanaan mutasi dan pelantikan sesuai dengan prosedur yang ada. Dia menjelaskan, mutasi tersebut bukan demosi karena pemindahan Yayat masih sebagai jabatan tinggi pratama.

Bupati Cirebon  Sunjaya Purwadisastra justru memberi kesempatan bagi Yayat selaku ASN untuk fokus ikut pilkada.

Menurut Bupati Cirebon Sunjaya, jabatan staf ahli akan memberikan peluang besar bagi Yayat agar fokus ke ranah politik.

Dia menambahkan, aturan menyebutkan bahwa ASN mencalonkan diri menjadi kepala daerah harus mengundurkan diri.

“Justru saya memberi kesempatan bagi ASN yang ikut pilkada, agar pikirannya tidak bercabang. Staf ahli lebih banyak di tempat, tidak banyak berurusan dengan kedinasan,” jelas Bupati Sunjaya. (*)

Komentar

Berita Terbaru