oleh

Sekjen PBB António Guterres Mengutuk Serangan Teroris di Surabaya

PENANEGERI, Internasional – Pemimpin PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengutuk serangan teroris yang mengerikan terhadap gereja-gereja di kota pelabuhan Surabaya, Indonesia.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan mengutuk gelombang serangan bunuh diri pada hari Minggu 13 Mei 2018 pada jemaat di tiga gereja di Surabaya, Indonesia, kota terbesar kedua di negara itu.

“Sekjen PBB terkejut dengan laporan bahwa anak-anak digunakan untuk berpartisipasi dalam serangan itu,” kata juru bicara Sekjen PBB António Guterres dalam sebuah pernyataan tentang insiden tersebut, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya selusin orang tewas dan dua kali lebih banyak jumlah korban terluka.

Laporan-laporan media menunjukkan bahwa pelaku bom bunuh diri, termasuk empat anak, yang berusia sembilan tahun, menggunakan sepeda motor dan sebuah kendaraan mobil dalam apa yang tampaknya merupakan serangan terkoordinasi terhadap ketiga gereja. Serangan itu terjadi hari Minggu (13/5) ketika umat menuju kebaktian pagi.

Pihak berwenang Indonesia dilaporkan menggagalkan serangan terhadap gereja-gereja lain di kota Surabaya yang merupakan kota pelabuhan yang luas itu.

Baca Juga  Mapolrestabes Surabaya Diserang Bom, Senin Pagi (14/5)

“Sekretaris-Jenderal menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap pemulihan cepat bagi mereka yang terluka,” kata pernyataan juru bicara PBB itu seperti dirilis oleh situs resmi PBB, (13/5).

Dia menambahkan bahwa Sekjen PBB António Guterres menegaskan kembali dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia dalam upaya Indonesia untuk memerangi dan mencegah terorisme dan ekstremisme kekerasan, termasuk melalui pluralisme, moderasi dan toleransi. (*)

Komentar

Berita Terbaru