oleh

Sekjen PBB Desak Pemerintah Maladewa (Maldives) agar Patuhi Supremasi Hukum

PENANEGERI, Internasional- Sekjen PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mendesak pemerintah Maladewa (Maldives) untuk menegakkan supremasi hukum di tengah krisis politik yang berlangsung cepat.

Menyusul deklarasi ‘keadaan darurat’ di Maladewa, setelah pasukan tentara memaksa masuk ke Mahkamah Agung (Supreme Court) Maladewa, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres pada hari Selasa 6 Februari 2018, mendesak Pemerintah Maladewa untuk menegakkan supremasi hukum dan memastikan keamanan masyarakat negara kepulauan Maladewa (Maldives) tersebut.

Kepala PBB menyatakan keprihatinan serius tentang situasi yang sedang berlangsung di Maladewa dan, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Juru Bicara Stéphane Dujarric, Sekjen PBB mendesak Pemerintah Maladewa untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum, mencabut keadaan darurat sesegera mungkin, dan mengambil semua tindakan untuk menjamin keselamatan dan keamanan rakyat di negara ini, termasuk anggota yudikatif.

Menurut laporan media lokal Maladewa, pasukan keamanan telah menahan hakim agung setelah deklarasi keadaan darurat, menyusul keputusan Mahkamah Agung yang memerintahkan pembebasan pemimpin oposisi yang dipidana dan pemulihan hak 12 anggota parlemen Maladewa.

Baca Juga  Wisata Sesuai Bujet ke Maladewa (Maldives)

Selama akhir pekan, pejabat senior PBB meminta pihak berwenang di Maladewa untuk sepenuhnya menghormati keputusan pengadilan (Supreme Court) Maladewa,  Sekjen PBB António Guterres mengungkapkan kesiapan terus-menerus PBB untuk memfasilitasi perundingan semua pihak dalam menemukan solusi terhadap kebuntuan politik di negara yang terletak di Samudera Hindia tersebut.

Republik Maladewa (Maldives) adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia.

Maladewa (Maldives) terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota. Negara ini merupakan negara dengan populasi dan luas wilayah terkecil di kawasan Asia.

Tinggi rata-rata permukaan tanah di Maladewa adalah 1.5 meter di atas permukaan laut, hal ini menjadikannya negara dengan permukaan terendah di seluruh dunia.

Puncak dataran tertinggi Maladewa hanya 2.3 meter di atas permukaan laut sehingga negara ini juga dikenal sebagai negara yang memiliki puncak tertinggi paling rendah di dunia.

Baca Juga  Presiden Maladewa Mencabut 45 Hari Keadaan Darurat

Keadaan ekonomi Maladewa bergantung pada dua sektor utama, yaitu pariwisata dan perikanan.

Negara Maladewa (Maldives) terkenal karena memiliki banyak pantai yang indah dan pemandangan bawah laut yang menarik.

Pariwisata Maladawa menarik minat sekitar 700.000 turis setiap tahunnya, untuk berwisata di Maldives. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru