oleh

Sekjen PBB Desak Penghentian Kekerasan di Tripoli ibukota Libya

PENANEGERI, Internasional – Dengan mengecam eskalasi kekerasan di dalam dan di sekitar ibukota Libya, Tripoli, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres telah meminta semua pihak yang bertikai untuk segera menghentikan permusuhan dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Sekretaris Jenderal Guterres menyuarakan peringatan khusus atas penggunaan pemboman sembarangan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang menyebabkan kematian dan cedera warga sipil, termasuk anak-anak.

“Sekretaris Jenderal mengingatkan semua pihak bahwa penggunaan kekuatan yang tidak pandang bulu merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional,” kata pernyataan itu seperti dirilis oleh situs resmi PBB, Minggu (2/9/2018).

“Dia mendesak semua pihak untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan, terutama mereka yang terjebak oleh pertempuran,” lanjut pernyataan resmi Sekjen PBB.

Dalam pernyataan itu, Sekjen PBB juga meminta semua pihak untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh PBB dan Komite Rekonsiliasi.

Ia menambahkan bahwa Ghassan Salame, Wakil Khusus Sekretaris-Jenderal untuk Libya akan terus menawarkan kantor-kantor yang baik dan bekerja dengan semua pihak untuk mencapai kesepakatan politik yang langgeng diterima untuk semua untuk menghindari korban jiwa lebih lanjut dan untuk kepentingan rakyat negara.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Libya, Maria Ribeiro, juga menggarisbawahi dampak yang menghancurkan dari kekerasan terhadap warga sipil di lapangan.

“Keluarga di Tripoli hidup dalam ketakutan karena pendaratan tanpa pandang bulu mendarat di lingkungan mereka dari jauh tanpa mengetahui siapa di balik serangan ini dan dari mana mereka berasal,” katanya dalam sebuah pernyataan, pada hari Minggu (2/9), mencatat juga bahwa beberapa keluarga di Tripoli telah mengungsi meninggalkan rumah mereka.

Menurut laporan baru-baru ini, 14 warga sipil, termasuk empat anak-anak, telah tewas dan lebih dari 100 orang terluka. Sebuah fasilitas medis juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat konflik yang meletus. (*)

Komentar

Berita Terbaru