oleh

Sekjen PBB Mendesak Hamas dan Israel untuk ‘Mundur dari jurang konflik lain yang menghancurkan’ di Gaza

PENANEGERI, Internasional – Menyuarakan rasa keprihatinan mendalam atas kekerasan terbaru di Gaza, Sekjen PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada hari Sabtu 21 Juli 2018 mendesak semua pihak untuk “mundur dari jurang konflik lain yang menghancurkan” atau “to step back from the brink of another devastating conflict”.

“Saya sangat prihatin atas eskalasi kekerasan yang berbahaya di Gaza dan Israel selatan,” kata Sekretaris Jenderal António Guterres dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh situs resmi PBB.

“Saya sangat menyesalkan hilangnya nyawa. Sangat penting bahwa semua pihak segera mundur dari jurang konflik lain yang menghancurkan, ”tambahnya.

Pada 30 Maret tahun ini, warga Palestina di Gaza – yang dikendalikan oleh Hamas, faksi militan Palestina – memulai protes massal terhadap blokade kantung yang dikenakan oleh Israel sejak awal 1990-an.

Konfrontasi antara kedua belah pihak sejak itu telah meningkat.

Pada hari Jumat, orang-orang bersenjata Palestina membunuh seorang tentara Israel dan militer Israel balas melancarkan serangan yang menewaskan tiga petempur Hamas, menurut laporan media.

Seorang warga Palestina keempat tewas oleh tembakan Israel selama protes di dekat perbatasan.

Dalam pernyataan itu, António Guterres meminta Hamas dan militan Palestina lainnya di Gaza untuk menghentikan peluncuran roket dan membakar layang-layang dan provokasi di sepanjang pagar perbatasan enclave itu.

Dia juga mengatakan Israel harus menahan diri untuk menghindari meradang situasi lebih jauh.

“Setiap eskalasi lebih lanjut akan membahayakan kehidupan orang Palestina dan Israel, memperdalam bencana kemanusiaan di Gaza dan merusak upaya saat ini untuk meningkatkan mata pencaharian dan mendukung kembalinya Otoritas Palestina ke Gaza,” katanya.

Sekretaris Jenderal juga mendorong semua untuk terlibat dengan PBB, dan khususnya Koordinator Khususnya, Nickolay Mladenov, dan bekerja untuk menemukan “jalan keluar dari situasi berbahaya ini”. (*)

Komentar

Berita Terbaru