oleh

Selain Aceh, Ada juga Negara yang Melarang Dirayakan Tahun Baru dengan Hura-hura

PENANEGERI, Aceh – Setiap berlangsungnya pergantian tahun baru masehi, di beragam kabupaten/kota di Aceh terdapat himbauan kepada masyarakat, agar tidak merayakan malam pergantian tahun baru dengan perbuatan berhura-hura.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah mengeluarkan seruan berisi larangan perayaan tahun baru dengan hura-hura atau sejenisnya.

Seruan oleh Forkopimda Kota Banda Aceh juga ditempel di tempat-tempat keramaian.

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh telah memasang seruan bersama, agar warga tidak merayakan dengan berbagai macam bentuk pesta apapun malam pergantian tahun baru masehi 2018. Pemko Banda Aceh menilai pesta pada malam pergantian tahun baru tidak sesuai dengan syariat Islam.

Seruan itu ditandatangani oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh.

Ada 5 poin tercatat dalam seruan tersebut, termasuk pedagang untuk tidak memperjualbelikan seperti kembang api, mercon, trompet atau material yang biasa dipergunakan saat pesta perayaan tahun baru.

“Menyerukan kepada warga kota Banda Aceh pada malam tahun baru tidak merayakan, seperti bunyikan kembang api, petasan, trompet,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Sabtu (30/12).

Baca Juga  Waria yang Terciduk di Banda Aceh Usai Pesta Tak Bisa Dihukum Cambuk

Masyarakat juga agar tidak menggelar balapan liar di jalan raya saat hendak pergantian tahun.

Dilarang juga menyelenggarakan permainan apapun yang bersifat hura-hura yang tidak bermanfaat serta bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Dilarang juga memperjualbelikan seperti trompet, mercon, kembang api atau sejenisnya,” ujar Aminullah.

Seruan tersebut dipasang oleh Satpol PP-WH Kota Banda Aceh sejak beberapa hari sebelum jelang pergantian tahun 2018.

Di beberapa negara juga membatasi dan ada pula negara yang melarang perayaan pergantian tahun baru tersebut, diantaranya adalah :

Brunei Darussalam

Pemerintah Brunei melarang rakyatnya untuk merayakan natal dan tahun baru, karena bertentangan dengan syariat Islam yang diberlakukan di negara itu. Namun bagi warga non-muslim yang menetap di sana tetap diperbolehkan merayakannya, secara terbatas.

Arab Saudi

Arab Saudi sejak dulu melarang warganya merayakan malam pergantian tahun baru.

Tajikistan

Republik Tajikistan di Asia Tengah yang mayoritas Islam tersebut, juga melarang masyarakatnya merayakan pergantian tahun baru.

Somalia

Somalia sebagai negara mayoritas muslim ini juga membatasi warga agar tidak merayakan tahun baru. (*)

Komentar

Berita Terbaru