oleh

Selundupkan 1,9 kilogram Sabu, Dua Wanita Ditangkap

PENANEGERI, Solo – Aksi nekat dua wanita muda yang diduga menyelundupkan hampir 2 kilogram narkoba jenis sabu, ketahuan oleh petugas, dan berhasil ditangkap oleh petugas bea cukai dan BNNP di Surakarta, Jawa Tengah.

Petugas Bea Cukai Surakarta berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis shabu dari Malaysia ke Indonesia.

Penyelundupan narkoba jenis sabu (methampetamine) ini dilakukan oleh dua orang tersangka wanita bernama Sarideh (25) yang membawa 970 gram sabu-sabu. Sedangkan Almira (21) yang membawa 972 gram sabu-sabu.

Total barang bukti sabu (methampetamine) yang dibawa kedua tersangka wanita itu seberat 1.942 gram atau 1,9 kilogram.

Dua orang wanita muda itu tertangkap akibat diduga menyelundupkan barang haram itu melalui Bandara Adi Soemarmo, Surakarta.

Hampir 2 kg methamphetamine atau sabu-sabu tersebut dapat disita dari pelaku.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono, mengatakan penangkapan dilakukan pada Selasa, 9 Januari 2018 pukul 14.35 WIB.

“Mereka berangkat bersama dari Kuala Lumpur menggunakan pesawat Air Asia AK 356. Dicek melalui x-ray, kedapatan membawa kristal yang setelah diperiksa positif methamphetamine,” kata Kunto di kantor Bea Cukai Surakarta, Colomadu, Karanganyar, Rabu (10/1).

Kedua wanita tersebut merupakan WNI yang menumpang pesawat Air Asia (AK 356) rute Kuala Lumpur – Solo.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Solo, Kunto Prasti Trenggono, mengatakan penangkapan tersangka dilakukan pada Selasa (9/1) pukul 14.35 WIB saat keduanya mendarat di Adi Soemarmo, Solo.

“Dari penggagalan ini, kita berhasil menyelamatkan 9.710 anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Asumsinya 1 gram dapat dikonsumsi 5 orang. Kalau total nilainya hampir 2 miliar,” ujar Kunto, di Kantor Bea dan Cukai, Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar, Rabu (10/1).

Penangkapan ini bermula ketika Bea Cukai bersama BNNP (Badan Narkotika Nasional Propinsi) Jawa Tengah mencurigai kedua tersangka saat tiba di terminal kedatangan Bandara Adi Soemarmo.

Petugas kemudian memeriksa barang bawaan keduanya dan menemukan kristal bening yang disembunyikan di dalam lapisan bagian bawah karton bagasi milik penumpang.

“Kemudian kita lakukan pemeriksaan pendahuluan dengan narkotest dan menunjukkan hasil positif mengandung sabu. Mereka kita jerat dengan Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar,” jelas Kunto

Kedua tersangka merupakan TKI ilegal yang sudah sekitar 3 tahun belerja di Malaysia. Sarideh berasal dari Madura, sedangkan Almira berasal dari Lombok.

Kasus ini terungkap atas kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta dan TNI-Polri.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru menjelaskan, penangkapan bermula dari adanya informasi, adanya dua perempuan yang membawa sabu masuk ke Bandara Adi Internasional Adi Soemarmo.

“Sabu dibawa dari Kualalumpur, Malaysia dan menuju ke Indonesia. Kemudian kami lakukan koordinasi bersama dengan tim yang terdiri dari Angkasa Pura I, Polres, Bea Cukai, Imigrasi,” terang  Brigjen Tri saat rilis kasus di KPPBC tipe Madya Pabean B Solo, Rabu (10/1).

Brigjen Tri Agus memaparkan bahwa barang haram narkoba tersebut merupakan produksi Tiongkok yang diedarkan oleh bandar dari Malaysia berinisial RZ. Kedua tersangka dijanjikan imbalan Rp 30 juta per orang.

“Ini jaringan internasional Indonesia-Malaysia. Pengakuan tersangka, ini akan dibawa ke Jawa Timur melalui jalur darat. Tiba di sini katanya ada yang menjemput,” ujarnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru