oleh

Senjata Rakitan yang digunakan Teroris Serang Petugas di Tuban

PENANEGERI, Jakarta- Mabes POLRI mengidentifikasi senjata kelompok terduga teroris yang dberhasil dilumpuhkan di Tuban, Jawa Timur pada Sabtu (8/4) lalu adalah dipastikan senjata rakitan.

“Senjata api ada enam senjata. Ada pisau juga banyak sekali. Jadi ini diduga senjata api rakitan. Kalau peluru rata-rata ada yang kaliber 22, lalu 5,56. Inilah senjata yang dipakai untuk melakukan penyerangan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, (10/4).

Irjen Boy Rafli ini menjelaskan, empat dari enam terduga teroris tersebut sudah berhasil diidentifikasi yakni AH, SA, YR dan EP. Sementara dua pelaku lainnya masih diupayakan untuk diidentifikasi.

“Sedang diupayakan semoga nanti ada masyarakat atau pihak keluarga yang membantu tapi data antemortem sedang kita upayakan. Tentu memerlukan waktu proses identifikasi ini,” katanya.

Enam terduga teroris di Tuban, Jawa Timur berhasil dilumpuhkan pada Sabtu (8/4) lalu. Polisi pun mengamankan sejumlah senjata yang digunakan terduga pelaku untuk melakukan penembakan pada polisi.

Baca Juga  Jembatan Babat Lamongan Roboh, Dua Sopir Truk Tewas

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan senjata-senjata yang digunakan adalah senjata rakitan. Boy tidak menjelaskan di mana para terduga teroris ini mendapatkan senjata tersebut.

“Ini senjata patut diduga sementara adalah senjata rakitan,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/4).

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, senjata-senjata rakitan tersebut memang dampaknya tidak sekuat senjata api. Namun tetap saja meresahkan masyarakat.

Meskipun sasaran terduga pelaku adalah polisi namun membuat lingkungan masyarakat menjadi terganggu.

“Ini sangat mengganggu ketentraman masyarakat, dan sangat merugikan ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara dari barang barang bukti yang diamankan dari terduga Teroris ini oleh Polres Tuban, selain senjata rakitan ada peluru tajam, beberapa buah sangkur, beberapa buah pakaian, beberapabuah buku tentang perang gerilya kota, peta Jawa timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dan beberapa buah Hand Phone.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Mahmud Arifin, bahwa senjata rakitan ini sudah tua dan berkualitas rendah, Sehingga dalam kontak senjata dengan petugas selama satu jam, mereka langsung dapat di lumpuhkan. Sementara itu buku-buku yang ditemukan oleh Polisi terdapat pembelajaran tentang perang gerilya.

Baca Juga  Jembatan Babat Lamongan Roboh, Dua Sopir Truk Tewas

Menurut Kapolda Jatim, bahwa mereka ini adalah kelompok JAD dengan jaringan Lintas Jawa dengan tujuan untuk melakukan aksi penyerangan yang sudah direncanakan. (*).

Komentar

Berita Terbaru