oleh

Sepekan Terakhir Nelayan Bireuen Sulit Peroleh Solar

PENANEGERI, Bireuen – Sejak sepekan terakhir, nelayan di pesisir Kabupaten Bireuen mengeluh, dan kesulitan memperoleh bahan bakar solar untuk kebutuhan boat mereka melaut.

Sejak sulitnya memperoleh bahan bakar solar tersebut, sebagian besar boat nelayan terpaksa harus ditamban di sejumlah demaga, karena tidak bisa turun melaut.

Menurut Zukifli, seorang nelayan di kawasan Peudada kepada Penanegeri.com, Sabtu (10/11) mengatakan, selama ini dirinya sangat kesulitan untuk mendapat minak solar, sehingga ia dan rekannya tidak bisa turun melaut.

“Untuk sementara waktu kami tak bisa melaut, sementara tuntutan keluarga sangat besar, terutama untuk anak-anak yang sekolah,” katanya.

Hal senada juga dikatakan nelayan lainnya di kawasan Jeunieb. Bahkan sejak tidak diperolehnya bahan bakar solar, sebagian nelayan tak bisa turun melaut, karena kebutuhan untuk mesin boat hanya solar.

“Bila kami ingin melaut, maka harus membeli dengan menggunkan tangki mobil di SPBU, lalu baru diisi kembali ke mesin boat di pinggir pantai,” ujar Zulkarnen.

Diakui mereka, belakangan bila membeli solar dengan jerigen di SPBU terdekat, maka harus berusan dengan pihak kepolisian.

Baca Juga  Edarkan Ganja, Nelayan Peudada Bireuen Diciduk Polisi

“Bila ingin membeli solar untuk mesin boat, maka kami nelayan harus ada surat rekomendasi dari dinas terkait. Sementara untuk mendapatkan rekomendasi itu sendiri sangat sulit dan berbelit-belit,” katanya.

Menanggapi hal ini, Panglima Laot Bireuen, Badruddin Yunus saat dikonfirmasi Penanegeri.com, Sabtu (10/11) membenarkan kondisi itu.

Menurut Abu Laot itu, nelayan di Bireuen sangat mengharapkan peran pemerintah serta segera dapat menyahuti keluhan mereka terkait masalah bahan bakar solar yang sulit didapat di SPBU.

“Sejatinya pemerintah daerah segera menyahuti keluhan nelayan dan segera mencari solusi guna memenuhi kebutuhan solar untuk para nelayan, kondisi ini menjadi tanggungjawab pemerintah,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru