oleh

Serangan Teroris di Polda Sumatera Utara, Seorang Polisi Gugur Ditikam

PENANEGERI, Desk Nasional – Sebuah Pos penjagaan di Polda Sumatera Utara, Medan, diserang orang tak dikenal dini hari bertepatan saat Idul Fitri 1438 H hari Minggu tanggal (25/6) pada pukul 03.00 WIB.

Serangan teror berdarah itu menyebabkan seorang anggota polisis bernama Aiptu Martua Sigalingging yang sedang berjaga gugur dalam tugas akibat ditikam senjata tajam pelaku teror.

“Pada saat diserang, anggota Aiptu Martua gugur karena ditikam senjata tajam,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto usai Salat Id di Mabes POLRI, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Dua pelaku penyerangan ke pos penjagaan Pos II di Markas Polda Sumatera Utara itu berhasil ditembak oleh petugas setelah menikam anggota polisi di pos jaga bernama Aiptu (Pol) Martua Sigalingging.

Awal mula penyerangan teroris ke Pos jaga II di Mapolda Sumatera Utara adalah :

Sekitar Pukul 03.00 WIB, dua orang anggota piket yakni Aiptu M. Sigalinging dan Brigadir E. Ginting, ketika sedang berada di Pos II, secara tiba tiba diserang oleh dua orang pelaku teror.

Baca Juga  Aksi Teror di New York, 8 Orang Tewas

Saat serangan, langsung  terjadi perkelahian, yang mengakibatkan Aiptu M. Sigalingging  ditikam pisau.

Selain itu, pelaku juga mencoba membakar ruangan pos jaga.

Anggota jaga lainnya yang ada di Pos II yakni Brigadir E. Ginting kemudian segera meminta bantuan dengan berteriak kepada personil Brimob yang bertugas.

Selanjutnya, Brimob dari penjagaan pos I,  pintu masuk Mapolda, dengan sigap langsung memberikan bantuan dan melakukan penembakan peringatan, namun pelaku masih juga mencoba menyerang denbgan mengucapkan takbir “Allah hu Akbar.. beberapa kali.

Anggota Brimob Polda Sumut yakni Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo Sekali, kemudian melakukan tembakan terhadap kedua pelaku.

Maka setelah ditembak petugas kedua pelaku teror itu dapat diamankan dengan kondisi: Satu orang Meninggal Dunia, dan satu orang dalam keadaan hidup namun kritis.

Tampak dalam gambar yang diperoleh Penanegeri, seorang pelaku teror tergeletak meregang nyawa setelah mendapat tembakan dari petugas Brimob, Minggu dini hari (25/6)

 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membenarkan bahwa kedua pelaku terduga teroris tersebut dapat ditembak oleh anggota Brimob yang juga berjaga di kantor Polda.

“Anggota Brimob di pintu lain ambil tindakan, dengan satu pelaku tewas ditempat dilumpuhkan, satu (lainnya) kritis,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (25/6).

Baca Juga  ISIS Serang Kedutaan Irak di Kabul, Afghanistan
Tampak dalam gambar yang diperoleh Penanegeri, seorang pelaku teror tergeletak, setelah diamankan petugas Brimob, Minggu dini hari (25/6).

Kedua pelaku menyerang pukul 03.00 WIB. Setelah melompat pagar di penjagaan, pelaku menyerang polisi yang tengah berada di salah satu dari tiga pos penjagaan.

“Tadi jam 03.00 ada serangan yang (dilakukan) terduga teroris. Jadi dua orang melompat pagar di penjagan Polda Sumatera Utara,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Minggu pagi.

Irjen (Pol) Setyo mengatakan, dua orang yang melompat pagar Polda Sumut itu kemudian menyerang petugas jaga di salah satu dari tiga pos penjagaan yang ada di Polda Sumut.

Aiptu Martua Sigalinging tewas akibat tikaman senjata tajam di tubuh bagian leher, dada, dan tangan dengan cara yang sadis oleh pelaku teror tersebut.

Kejadian itu mengakibatkan salah satu penjaga pos Aiptu Martua Sigalinging tewas. Pelaku menyerang Aiptu Martua dengan senjaga tajam jenis pisau.

“Yang diserang ini yang di dalam pos yang sedang istirahat. Pada saat diserang anggota atas nama Aiptu Martua Sigalinging gugur karena ditikam dengan senjata tajam,” ujar Setyo.

Baca Juga  MMI (Majelis Mujahiddin Indonesia) masuk Daftar Teroris Internasional

“Korban ditikam di leher, dada, dan tangan,” tambah Setyo

Setyo menduga, pelaku penyerangan ini sudah merencanakan terlebih dahulu sebelum beraksi seraya mengatakan, pelaku diduga adalah teroris.

“Ini kayaknya kelompok mereka (jaringan teroris) atau sel lain,” ujar Irjen Setyo (*)

Komentar

Berita Terbaru