oleh

Serangan Udara Arab Saudi Hantam Istana Presiden Yaman

PENANEGERI, Internasional – Pesawat tempur dari koalisi pimpinan Arab Saudi mengebom istana presiden Yaman di pusat ibukota Sanaa yang dikuasai Houthi, hari Senin pagi (7/5), menewaskan sedikitnya enam orang, lapor media dari Houthi.

TV Al Masirah yang dikelola Houthi mengatakan sedikitnya enam orang terbunuh dan lebih dari 30 orang terluka dalam serangan itu.

Para saksi mengatakan jet tempur mengebom Sanaa beberapa kali pada tengah hari pada hari Senin (7/5).  Stasiun Televisi Al-Masirah yang dikuasai pemberontak Houthi menyalahkan koalisi pimpinan Saudi atas serangan itu.

Penduduk mengatakan mereka mendengar dua ledakan menghantam gedung, yang terletak di dekat hotel, bank dan beberapa toko, dan tidak jauh dari bank sentral, menurut kantor berita AFP, yang dikutip oleh Kantor Berita Aljazeera.

Para saksi mengatakan kantor itu, yang digunakan oleh pemerintahan pemberontak Houthi, biasanya sibuk dengan karyawan.

“Kami sedang bekerja di sebelah kantor kepresidenan dan mendengar sebuah pesawat, dan kemudian sebuah ledakan,” Ahmed Dehashir, seorang responden pertama, mengatakan kepada AFP di tempat kejadian serangan itu.

Baca Juga  Korea Utara Tuduh AS Nyatakan Perang, AS Membantahnya

“Beberapa orang bergegas ke tempat kejadian dan melihat kehancuran dan orang-orang yang terperangkap di bawah reruntuhan. Kami mencoba menggali untuk korban tewas dan terluka dari bawah puing-puing, dan kemudian ada serangan kedua,” katanya.

“Ada banyak orang yang terperangkap di bawah reruntuhan,” tambah Dehashir.

Koalisi yang dipimpin Saudi melancarkan intervensi militer di Yaman pada tahun 2015 dengan tujuan menggulingkan Houthi dan memulihkan pemerintah yang diakui secara internasional untuk berkuasa.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi ke arah selatan kerajaan Arab Saudi pada hari Minggu (6/5), menurut juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Malki, seperti diberitakan kantor berita Aljazeera.

Dia mengatakan roket diluncurkan dari Yaman utara menuju “daerah berpenduduk” di Arab Saudi tetapi dapat dicegat semalam tanpa ada korban atau kerusakan.

Sejak November tahun lalu, pemberontak Houthi telah meningkatkan serangan rudal ke negara tetangga Arab Saudi.
Konflik di Yaman telah menyebabkan hampir 10.000 orang tewas, puluhan ribu orang terluka, dan jutaan di ambang kelaparan dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (*)

Komentar

Berita Terbaru