oleh

Serangan Udara terus Gempur Kota Raqqa

PENANEGERI, Desk Internasional- Serangan udara dan tembakan artileri lainnya pada hari Senin (29/5) terus melanda kota Raqqa, Suriah bagian utara, ibukota de facto dari kelompok ISIS.

Kelompok ISIS yang masih menduduki Raqqa terus digempur oleh milisi yang didukung A.S. untukmendesak lebih dekat ke kubu-kubu ISIS, demikian kata para aktivis.

Serangan udara mematikan yang dilancarkan Koalsi Amerika Serikat  terus menargetkan kota Raqqa, mengakibatkan ribuan orang terus melarikan diri keluar dari pertempuran sengit di Raqqa tersebut.

PBB mengatakan setidaknya 23.544 orang telah mengungsi dari tanggal 18-22 Mei karena pertempuran di Raqqa .

Sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan AS di kota Raqqa yang masih diduduki  oleh ISIL/ISIS dan serangan roket ditembakkan oleh kelompok Kurdi yang juga memerangi ISIL, sebuah kelompok pemantau mengatakan.

Korban tewas di raqqa  utara pada hari Minggu malam tersebut diakibatkan oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, Observatorium HAM untuk Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Senin (29/5).

Baca Juga  Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat Bahas Serangan Udara di Suriah

Korban tewas juga termasuk warga sipil yang tewas dalam serangan roket oleh kelompok Ghadab al-Furat (dijuluki Wrath of the Efrat) pada hari Minggu, kata Observatorium.

Perkembangan situasi di medan pertempuran akan menjadi pertempuran terbesar untuk membebaskan Kota Raqqa dalam beberapa minggu mendatang.

Serangan udara telah meningkat selama beberapa hari terakhir karena pejuang yang didukung A.S. telah mendorong ke arah kota, semakin dekat dari semua sisi menngimpit poisisi Kelompok ISIS yang masih mati-matian bertahan di Kota Raqqa.

Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin kaum Kurdi berhasil menduduki puluhan kota dan desa di dengan dukungan  serangan udara oleh koalisi pimpinan A.S. sejak November, ketika kelompok tersebut memulai sebuah operasi yang berjudul Euphrates Wrath, yang bertujuan untuk merebut Raqqa dari tangan kelompok ISIS.

Pejuang SDF juga telah mengepung  Raqqa dari utara, barat dan timur. Kelompok ISIS dlaporkan masih memiliki jalan keluar dari selatan, meskipun koalisi pimpinan AS telah menghancurkan dua jembatan di Sungai Efrat di selatan Raqqa untuk menutup jalur keluar.

Baca Juga  Perang di Suriah Berlangsung Lebih Lama daripada Perang Dunia II

Ghadab al-Furat adalah kelompok Kurdi yang berperang di bawah Pasukan Demokratik Suriah (SDF-Syria Democratic Forces). Pihak SDF telah meluncurkan serangkaian serangan mulai bulan Oktober 2016 untuk merebut kembali Raqqa, ibukota de facto ISIL di Suriah utara. (*)

Komentar

Berita Terbaru