oleh

Setnov Resmi Ditahan KPK

PENANEGERI, Jakarta – Setelah Tim Dokter yang memeriksa Setnov di RSCM menyatakan kondisinya sudah memungkinkan untuk melanjutkan proses hukum, maka KPK akhirnya secara resmi membawa tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto untuk ditahan di rutan (rumah tahanan) KPK, Senin dini hari (20/11).

Ketua DPR RI itu dibawa ke Gedung KPK dengan memakai rompi oranye KPK.

Rompi KPK berwarna oranye terang itupun resmi dikenakan kepada Setya Novanto, selaku tersangka kasus korupsi e-KTP.

Mobil yang membawa Setya Novanto pun meninggalkan RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), Jakarta Pusat, pukul 23.26 WIB, Minggu (19/11) dengan penjagaan ketat aparat keamanan.

Setya Novanto dibawa dari RSCM Kencana pada Minggu (19/11) tengah malam. Setelah satu jam menjalani pemeriksaan, Ketum Golkar itu kemudian dibawa ke rutan KPK.

Setnov sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, di Salemba, Jakarta, akibat kecelakaan kendaraan beberapa hari lalu. Novanto tiba di KPK dari RSCM Minggu (19/11), sekitar pukul 23.40 WIB.

Baca Juga  Jalani Pemeriksaan KPK, Terlihat Kondisi Setnov Baik

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pun langsung memeriksa Ketua DPR RI Setya Novanto, Senin (20/11) dini hari untuk selanjutnya ditahan di Rutan KPK.

Pantauan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Novanto yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu tiba pukul 23.40 WIB, Minggu (19/11). Dia tiba dengan menggunakan rompi oranye.

Setbanya di gedung KPK, Setya Novanto kemudian bangkit dari kursi roda untuk kemudian diproses guna ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin dini hari (20/11).

Saat pertama kali tiba di KPK, Setnov memang sempat naik kursi roda, namun sekitar pukul 01.00 WIB, Setnov tidak lagi menggunakan kursi roda setelah diperiksa oleh penyidik KPK.

“Beliau sebenarnya dalam keadaan masih harus dipegang, kalau enggak pasti jatuh, karena kan cidera kaki,” ujar Fredrich kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin dinihari (20/11).

Sebelum resmi ditahan di Rutan KPK, pada hari Senin (20/11), Setya Novanto berkali-kali tak memenuhi panggilan KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. (*)

Komentar

Berita Terbaru