oleh

Siaran Pers BMKG tentang Gempa M 7.7 Donggala

PENANEGERI, Breaking News – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam siaran persnya yang diterima redaksi Pena Negeri.com, hari Jumat (28/9), menjelaskan mengenai peristiwa gempabumi tektonik yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam siaran persnya, BMKG Deputi Bidang Geofisika Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng., dalam keterangan tertulisnya menyampaikan pernyataan bahwa Parameter Gempabumi ;

Parameter awal Telah terjadi gempabumi tektonik pada Hari Jumat, 28 September 2019, pukul 17.02.44 WIB dengan Kekuatan : M 7.7
Lokasi Gempa : 0.18 LS dan 119.85BT
Kedalaman : 10 km

Parameter yang telah diupdate:
Hari, Tanggal, Pukul : Jumat, 28 September 2018, pukul 17.02.45 WIB
Kekuatan : M 7.4
Lokasi : 0.20 LS dan 119.89 BT
Kedalaman : 11 km

Gempabumi berpusat di 26 km Utara DONGGALA-SULTENG.

Menurut hasil pemodelan tsunami BMKG, gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami dengan level tertinggi.

SIAGA di Donggala Barat dengan estimasi ketinggian gelombang tsunami 0,58 m dan estimasi waktu tiba 17.22.43 WIB sehingga BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami (PDT).

Setelah dilakukan pengecekan terhadap hasil observasi tide gauge di Mamuju, tercatat adanya perubahan kenaikan muka air laut setinggi 6 cm pukul 17.13 WIB. Berdasarkan hasil update mekanisme sumber gempa yang bertipe mendatar (strike slip) dan hasil observasi ketinggian gelombang tsunami, serta telah terlewatinya perkiraan waktu kedatangan tsunami maka Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri pada pukul 17.36.12 WIB.

Dari hasil monitoring BMKG pada Jumat (28/9) hingga Pukul 18.21 WIB, telah terjadi 7 gempabumi susulan yang tercatat, dengan magnitude masing-masing M6,3; M6,2; M6,2; M4,7; M5,6; M5,0; dan M6,1.

BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

Dampak Guncangan Gempabumi ini dirasakan di Toli-Toli II SIG-BMKG (V MMI); Donggala II SIG-BMKG (IV MMI); Gorontalo, Poso, dan Palu II SIG-BMKG (III-IV MMI); Majene dan Soroako II SIG-BMKG (III MMI); Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone, dan Sengkang II SIG-BMKG (II-III MMI); Kaltim Kaltara II SIG-BMKG(II – III MMI); Makassar, Gowa, dan Toraja I SIG-BMKG (II MMI).

Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh.

Penyebab Gempabumi : Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar Palu Koro.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (Slike-Slip).

Himbauan untuk masyarakat adalah :

– Agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggungjawab mengenai gempabumi dan tsunami.
– Agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil.

(*/Pen/Siaran Pers BMKG)

Komentar

Berita Terbaru