oleh

Silaturahmi ke Dayah, Ini yang Disampaikan Zulkifli Hasan di Aceh

PENANEGERI, Banda Aceh – Ketua MPR RI DR (HC) Zulkifli Hasan, SE, MM mengunjungi Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah di Gampong Lueng Bata Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Kamis (28/9) dalam rangka silaturahmi bersama ulama dan santri Aceh.

Amatan Penanegeri.com, silaturahmi dengan tema mewujudkan pimpinan nasional yang cerdas, berwibawa dan Islami demi keutuhan NKRI itu turut dihadiri oleh anggota DPR RI, H Muslem Aiyub, Wakil Walikota Banda Aceh Drs Zainal Arifin, Pimpinan Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah Tgk Tu Bulqaini Tanjongan, Tgk Abi Lampisang serta ratusan tamu undangan lainnya.

“Salah satu daerah yang sering saya kunjungi adalah Provinsi Aceh. Setiap kali saya kemari selalu saja ada perubahan, baik dari segi pembangunan maupun yang lainnya. Pada saat pelaksanaan pilkada di Aceh beberapa waktu lalu dikhawatirkan terjadinya kerusuhan, alhamdulillah pilkada Aceh dapat berjalan lancar. Saya optimis bahwa provinsi Aceh dengan adanya pondasi yang kokoh, kedepan dapat mengejar ketertinggalan dari provinsi lainnya,” demikian diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam arahan dan bimbingannya.

Baca Juga  Kantor Modus Aceh Diteror Bom Molotov

Dikatakannya, sejarah yang kelam tidak boleh dilupakan, namun kita harus dapat memaafkan, bukan berarti kita memaafkan tapi kita lupakan, tidak seperti itu, karena itu merupakan sejarah.

“Untuk itu anak-anak yatim yang ada disini jangan berkecil hati. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena sekarang ilmu pengetahuan sangat mudah didapat kalau kita mau, jangan lupa minta pertolongan kepada Allah, Insha Allah akan tercapai,” ujar Ketua Umum PAN itu.

Zulkifli Hasan

Ada dua hal yang bisa didapat di Pesantren, sambung Ketua MPR RI, yaitu ilmu agama dan Ilmu pengetahuan umum.

“Untuk itu anak-anak di dayah pesantren bisa mendapat ilmu yang lebih dibandingkan dengan anak-anak lain yang belajar diluar selain di pesantren,” tambahnya memotivasi para santri.

Lebih lanjut Zulkifli Hasan menyampaikan, mengapa umat Islam dikatakan Rahmatan lil’alamin namun orang non muslim tidak percaya dengan hal tersebut, itu dikarenakan umat Islam bentrok dimana-mana, seperti yang terjadi di Timur Tengah. Salah satu caranya, umat Islam harus bersatu, jangan mau di adu domba dan dipecah belah serta jangan mau dihargai dengan murah.

Baca Juga  KontraS Serahkan Hasil Dokumentasi kepada KKR Aceh

“Yang harus merubah itu semua adalah kita sendiri, sehingga orang lain akan hormat dan menghargai kita,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru