oleh

Simpatisan ISIS ditangkap di Sorong, Papua

PENANEGERI, Papua – Seorang lelaki muda berinisial ‘BA’ ditangkap oleh pihak Kepolisian Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Intel Polres Kota Sorong, Papua Barat, hari Minggu (9/7).

BA lelaki muda yang mengunggah Video bernada simpati terhadap ISIS ini merupakan seorang Karyawan salah satu Hotel di Kota Sorong.

Lelaki berusia 20 tahun berinisial BA ini dari identitasnya diketahui tinggal di Jalan Jenderal Sudirman RT 04/RT 01, Kelurahan Malabutor, Distrik Sorong Manoi, merupakan karyawan salah satu hotel di Kota Setempat.

Lelaki berinisial BA atau Bofan Ahmad (20), ini adalah warga Jalan Jenderal Sudirman Rt 04/Rt 01 Kelurahan Malabutor Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong itu diamankan Polisi di hotel tempatnya bekerja, City View Hotel.

Awalnya polisi mencurigai  beredarnya video rekaman tentang dukungan terhadap ISIS di laman situs YouTube yang dibuat oleh Bofan Ahmad. Video ini di-published pada 8 juli 2017, dan telah ditonton setidaknya lebih dari 5000 kali.

Kapolda Papua Barat Brigadir Jenderal Martuani Sormin mengatakan, penangkapan dilakukan Satuan Reskrim dan Intelkam Polres Sorong Kota dari hasil pengembangan yang dilakukan beberapa hari terakhir.

Baca Juga  Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Bima

“Kami amankan untuk penelusuran lebih lanjut tentang sejauh mana keterpengaruhan dia terhadap kelompok ISIS. Dalam penggeledahan yang dilakukan di rumahnya, kami menemukan lima buku tentang ISIS,” kata Brigjen Pol Martuani di Manokwari, Senin (10/7).

BA kini berada dalam pengamanan Polres Sorong Kota untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari keterangan Polisi BA atau Bofan Ahmad yang baru berusia 20 itu adalah warga kota Sorong dan memiliki tingkat pendidikan tertinggi di madrasah yang setara SLTA.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota Ajun Komisaris Besar Edfrie R Maith mengatakan, dari BA telah diamankan sebuah telepon seluler (smartphone) yang telah digunakan untuk menayangkan rekaman terkait ajaran ISIS.

Rekaman video itu pun diketahui telah  disiarkan lewat media sosial milik terduga simpatisan ISIS tersebut. Selain telepon genggam polisi juga mengamankan buku-buku yang diduga terkait dengan ISIS.

Polisi kini masih mendalami penyebaran pendukung ISIS di Papua Barat. Dikhawatirkan ‘sel tidur’ atau simpatisan ISIS ini sudah merambah Papua.

Sebelumnya minggu lalu di Palembang, Sumatera Selatan Seorang terduga simpatisan ISIS bernama Toni Rianda juga seorang lelaki muda yang baru berusia 24 tahun juga ditangkap petugas kepolisian RI setelah pihak  kepolisian melihat postingannya di akun Media Sosialnya, yang menunjukkan rasa simpati pada Kelompok Teror ISIS.

Baca Juga  Bom Panci Meledak di Rumah Kontrakan Agus Wiguna

Toni Rianda Bin Wilmar (24 tahun) ini ditangkap petugas kepolisian karena kerap memposting simpati tentang  Kelompok Teror ISIS dan memposting ujaran kebencian bernada provokatif di akun media sosialnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru