oleh

Siswa MIS Peusangan Selatan Membaik Pasca Mual dan Pusing

PENANEGERI, Bireuen – Pasca ditangani dan dirawat tim medis di Pukesmas Peusangan Selatan selama tiga jam, puluhan murid Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan Bireuen yang mengalami mual dan muntah usai minum obat kaki gajah di sekolahnya membaik, Selasa (30/10).

Seluruh murid madrasah itu kini diperbolehkan pulang dan diantar kembali dengan mobil ambulan puskesmas ke rumahnya masing-masing.

“Alhamdulillah seluruh murid MIS itu sudah sehat, dan sudah bisa pulang ke rumah masing-masing,” ujar Kepala Puskesmas Peusangan Selatan, Ners M Nazar S.Kep, SKM melalui Dokter Pelayanan Puskesmas Peusangan Selatan, dr Intan Minofa.

Diakui dr Intan Minofa, murid tersebut awalnya mengalami mual, pusing sehingga muntah-muntah setelah adanya reaksi usai minum obat kaki gajah.

Pemberian obat kaki gajah ini, sambung dr Intan Minofa, merupakan salah satu pogram nasional, dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia Oktober ini.

“Kalau sosialisasi obat itu sudah dilakukan beberapa tahun lalu dan tahun ini merupakan tahun ke empat,” terangnya.

Baca Juga  Usai Vaksin, Puluhan Siswa MIS Peusangan Selatan Bireuen Keracunan

Menurutnya, efek samping yang timbul setelah meminum obat kaki gajah, antara lain muntah, mual dan sakit kepala maupun pusing hingga 2 sampai 3 jam. Seluruh murid ini diduga muntah dan pusing disebabkan karena reaksi obat tersebut.

“Bila dalam tubuh mereka ini ada gejala cacingan. Maka akan tetap mual. Jadi murid ini bukan keracunan obat seperti dikatakan masyarakat, tapi akibat reaksi obat yang menyebabkan mual dan muntah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan murid sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tanjong Beuridi, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen dilaporkan mengalami keracunan pasca diberikan dan meminum obat kaki gajah, Selasa (30/10).

Komentar

Berita Terbaru