oleh

Soal Cawapres Ulama, Azyumardi : Tugas Negara Tak Selesai dengan Fikih

PENANEGERI, Jakarta – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Azyumardi Azra memandang sah saja jika ulama diusung jadi cawapres di Pilpres 2019. Namun, dia mengingatkan, masalah negara tak hanya selesai dengan urusan hukum fikih saja.

“Kalau saya sih boleh-boleh saja dilihat dari sudut agamanya. Mereka ahli agama, kayak Pak Ma’ruf Amin, Abdul Somad, Salim Segaf Al Jufri, itu bagus,” kata Azyumardi di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/8).

Menurutnya, pencalonan ulama jadi cawapres menunjukkan faktor agama menjadi pertimbangan penting. Namun, ada masalah negara lainnya seperti ekonomi yang juga membutuhkan ahli ekonomi.

“Apalagi Pak Jokowi juga menyebut nama itu misalnya Pak Ma’ruf Amin disebut. Itu bagus yang disebut itu. Tapi kan ini kan tugas negara tidak hanya bisa diselesaikan dengan soal fikih, dengan bidang-bidang ilmu agama, tidak,” ujarnya.

“Urusan pembangunan, infrastruktur, ekonomi, apalagi ekonomi kita sekarang berat, itu memerlukan teknokrasi ekonomi, baik makro maupun mikro ekonomi,” lanjutnya.

Untuk itu, Azyumardi memandang cawapres baiknya merupakan teknokrat di bidang ekonomi dan pembangunan. Teknokrat ekonomi tersebut sebaiknya juga diterima dengan baik oleh kalangan Muslim.

“Misalnya akseptabilitasnya dalam soal Islam. Artinya dia diterima NU, Muhammadiyah, diakui sebagai tokoh Islam, itu lebih bagus. Tapi apakah ada tokoh seperti itu yang mengkombinasikan antara teknokrasi dalam bidang ekonomi, dalam rekayasa pengembangan kehidupan sosial, budaya. Kalau ada ya bagus sekali kombinasi antara teknokrasi dalam bidang ekonomi sosial budaya dengan bidang keagamaan,” jelasnya. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru