oleh

Soal Hasil 2017, Pimpinan Red Bull Puji Sikap Verstappen

PENANEGERI, Moto GP – Pimpinan Red Bull, Christian Horner, mengatakan bahwa hal yang paling mengesankannya tentang Max Verstappen tahun ini adalah cara dia mengatasi saat-saat sulit.

Verstappen mendapatkan masalah keandalan mobil tahun ini yang membuat dia meraih podium yang potensial, dan mendapat poin cukup tinggi untuk ukuran pembalap muda. Setelah mengalami kegagalan mesin di Grand Prix Belgia, Verstappen mengaku mulai kehilangan kepercayaan pada Red Bull dan Renault.

Tapi sebuah kemenangan di Malaysia, yang memicu pembicaraan sehingga dia menandatangani perpanjangan kontrak, menambah rasa semangat dan dia mengikutiinya dengan kemenangan di Meksiko.

Melihat kembali kampanye tersebut, Horner mengatakan bahwa hal yang menonjol baginya tentang Verstappen adalah bagaimana pembalap itu berhasil meredakan emosi dari masa-masa sulit membuat dia kecewa.

“Saya pikir Max telah mendapatkan pengalaman dan dia baru saja tumbuh dalam pengalaman balap secara umum. Mungkin banyak yang lupa bahwa dia berada di tahun keempat, dan yang benar-benar mengesankan saya tahun ini adalah bagaimana dia menghadapi beberapa periode sulit, terutama di musim panas,” ujar Horner dilansir laman f1 pekan lalu.

“Tapi dia bekerja keras terus-menerus, dia menggunakan simulator berjam-jam setiap minggu dan jelas kemampuannya tidak bisa diragukan lagi,” tambahnya.

Horner mengatakan bahwa Verstappen telah menemukan keseimbangan yang baik tahun ini antara menyesuaikan kontrol mobilnya yang brilian dengan tingkat agresi yang tepat.

“Saya pikir dia sangat merasakan mobil itu, kepekaan yang besar terhadap batas mobil. Dia adalah pengambil risiko, tapi risiko yang dihitung besar. Dan dia memiliki semangat juang yang sangat menarik untuk dilihat,” terangnya.

Dan ketika ditanya apakah Verstappen telah belajar untuk menenangkan diri juga – setelah bentrok dengan Ricciardo di Hungaria dan Felipe Massa di Monza – Horner mengatakan bahwa dia tidak memiliki keluhan tentang cara pembalap asal Belanda itu.

“Pergerakan di Hungaria atau Monza adalah dua kesalahan yang dia buat tahun ini. Ada batas yang jelas antara pahlawan dan penjahat. Secara keseluruhan dia telah melaju dengan baik dan saya pikir dua pembalap tim ini telah melakukan pekerjaan besar,” tegas sang pimpinan Red Bull.

Komentar

Berita Terbaru