oleh

Soal Senjata Api Dibahas di Kantor Menko Polhukam

PENANEGERI, Jakarta – Sejumlah pejabat hadir di kantor Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Pagi hari, Jumat (6/10) di kantor Kemenko Polhukam, nampak sejumlah pejabat negara mulai berdatangan sebelum pukul 10.00 WIB. Yang pertama hadir adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Budi Gunawan, kemudian disusul Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, dan Dirut PT Pindad Abraham Mose.

Kemudian datang Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di kantor Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Kapolri  didampingi Asisten Operasi Irjen Moch Iriawan dan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Kemudian hadir di kantor Menko Polhukan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menko Polhukam Wiranto menyatatakan, mengundang para pejabat terkait, untuk koordinasi dan membahas regulasi soal senjata api.

“Saya sampaikan bahwa koordinasi para pejabat terkait, BIN, Polri, TNI, Pindad, BNN semua aparat penegakan yang menggunakan senjata, menyangkut penggunaan dan regulasi,” kata Wiranto sebelum acara di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (6/10).

Baca Juga  Satgas Pamtas Yonif 320/BP Berhasil Sita 10 Pucuk Senjata Api Rakitan

Dalam kesempatan ini, Menko Polhukam Wiranto juga akan menuntaskan masalah senjata api dalam rapat hari ini.

“Nah hari ini kita tuntaskan sebagaimana janji saya, sebenarnya Senin lalu, tapi karena ada peringatan HUT TNI sehingga kami tunda sampai selesai. Baru sekarang kami bisa undang bicarakan masalah itu,” terang Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (6/10).

Menurut Jenderal TNI (Purn) Wiranto, masalah senjata api ini harus segera dituntaskan. Sebab, soal ini menimbulkan spekulasi di masyarakat dan berpotensi membuat gaduh.

“Karena spekulasi itu jelas akan membuat gaduh, resah, dan sebagainya, dan tidak menguntungkan bagi stabilitas nasional. Kami sedang membangun seperti ini, kami butuh ketenangan, kedamaian, dan kebersamaan,” tandas Wiranto.

Apalagi menurut Wiranto tidak mau adanya kegaduhan yang terjadi di masyarakat.

“Supaya semua bisa diatur dengan jelas maka tidak banyak spekulasi di masyarakat jelas akan membuat gaduh, karena kita butuh ketenangan dan kedamaian. Hari ini tuntaskan,” pungkasnya (*)

Komentar

Berita Terbaru