oleh

Sri Lanka Berlakukan Keadaan Darurat

PENANEGERI, Internasional- Keadaan darurat nasional di Sri Lanka diberlakukan guna mengambil ‘tindakan tegas’ menyusul kekerasan antar kelompok komunal di negara Sri Lanka tersebut.

Pemerintah Sri Lanka telah memberlakukan keadaan darurat di seluruh negara bagian untuk “mengambil tindakan tegas” terhadap orang-orang yang memicu kekerasan komunal, kata seorang juru bicara pemerintah.

Keadaan darurat tersebut terjadi setelah jam malam setempat diberlakukan pada hari Senin (5/3) di pusat kota Kandy, setelah beberapa hari terjadi kerusuhan antara komunitas religius.

Polisi Sri Lanka mengatakan pada hari Senin (5/3) bahwa telah terjadi kerusuhan dan serangan pembakaran sejak akhir pekan di distrik Kandy, sementara sumber mengatakan kepada kantor berita Al Jazeera bahwa kekerasan tersebut menyebar ke seluruh negara Sri Lanka

Di masa lalu, kekerasan agama dan etnis telah menjadi mematikan di Sri Lanka.

Demografi Sri Lanka adalah beragam, penduduk beragama Islam merupakan 10 persen dari 21 juta penduduk, dan umat Buddha Sinhala adalah  sejumlah 75 persen masyarakat. Sebanyak 13 persen populasi lainnya beragama Hindu.

Pada bulan Februari 2018, lima orang terluka dan beberapa toko dan bangunan ibadah rusak saat terjadi bentrokan antara kelompok agama di Sri Lanka.

Pada bulan Juni 2014, sebuah kerusuhan terjadi menyusul kerusuhan Aluthgama yang mematikan. (*)

Komentar

Berita Terbaru