oleh

Sri Mulyani Tak Berkomentar Ditanya Data Utang versi Zulkifli Hasan

Jakarta – Jumlah utang pemerintah masih menjadi bahan yang paling menarik untuk diperdebatkan oleh banyak kalangan. Salah satunya adalah Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menyoroti soal beban utang yang harus ditanggung pemerintah.

Zulkifli sempat menyinggung beban utang pemerintah mencapai Rp 634 triliun yang merupakan pembayaran pokok utang sebesar Rp 396 triliun dan pembayaran bunga utang sebesar Rp 238 triliun.

Hal itu pun langsung ditanggapi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui akun Facebook-nya. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun menyebutkan bahwa beban utang pemerintah hanya Rp 396 triliun yang berasal dari pembayaran pokok utang di 2018.

Namun, Sri Mulyani pun memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan tersebut usai dikonfirmasi kembali usai pertemuan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (24/8/2018).

Usai pertemuan sejatinya bendahara negara ini langsung menggelar konferensi pers mengenai upaya pemerintah menjaga tingkat inflasi di level yang rendah.

Konfrensi pers tersebut berjalan kurang lebih selama 45 menit. Usai itu, Sri Mulyani pun langsung diserbu oleh awak media untuk kembali menanyakan mengenai data beban utang yang ditanggung oleh pemerintah.

Saat ditanyakan mengenai data beban utang pemerintah, Sri Mulyani pun dengan seksama mendengarkan bahwa data beban utang versi Zulkifli Hasan sebesar Rp 634 triliun.

Setelah mendengarkan, Sri Mulyani pun nampak menolehkan perhatiannya langsung ke arah pintu mobil dinasnya dan langsung masuk tanpa sepatah kata yang diucapkan.

Sebelumnya, Zulkifli beragumen pernyataan yang ia utarakan adalah berdasarkan Nota Keuangan 2018. Dia menjelaskan dalam dokumen Nota Keuangan 2018 tidak terdapat pos pembayaran pokok utang senilai Rp 396 triliun.

“Kami hanya menemukan pos pembayaran bunga utang sebesar Rp 238 triliun dan pembiayaan utang Rp 399 triliun (mendekati Rp 400 triliun),” kata Zulkifli.

Dia juga mensimulasikan jika pembayaran pokok utang yang disampaikan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 396 triliun benar, maka akan ditambah dengan pembayaran bunga utang sebesar Rp 238 triliun.

“Ini artinya total beban utang yang sebenarnya adalah Rp 634 triliun. Karena kita tidak mungkin membayar utang hanya pokoknya, tapi pasti juga membayar bunga setiap tahun,” ujar dia. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru