oleh

SSB Bijeh Mata Bireuen Gagal ke Tingkat Nasional di Bandung

PENANEGERI, Bireuen – Tim Sekolah Sepakbola (SSB) Bijeh Mata, Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen gagal mewakili Aceh di tingkat nasional akibat tidak terdukung dana.

Keikutsertaan SSB Bijeh Mata ke tingkat nasional tersebut, setelah tim ini juara sepakbola Liga Muda Fossbi U-11 Zona Aceh di Panton Labu, Aceh Utara beberapa bulan lalu.

Manajer SSB Bijeh Mata Darmawan kepada Penanegeri.com, Selasa (4/9) mengaku, timnya gagal bertanding di tingkat nasional, akibat tidak terdukung dana keberangkatan dari pemerintah setempat.

Menurut Darmawan, selama pertandingan berlangsung di Bandung, panitia Liga Muda Fossbi Nasional tidak menanggung biaya apapun bagi tim yang ikut pada even ini.

“Bila tim SSB Bijeh Mata ikut ke Bandung, maka dibebankan dan harus membayar biaya pendaftaran ke panitia sekitar Rp 1,5 juta,” terangnya.

Kondisi yang sama, tambah Darmawan, juga terjadi saat tim ini mengikuti laga penyisihan Fossbi Zona Aceh, di Panton Labu, Aceh Utara baru-baru ini.

“Dalam ajang ini kami juga tak ada biaya kontribusi apapun bagi tim SSB Bijeh Mata selama di Panton Labu, Aceh Utara,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkab Bireuen Kembali Membuka Lelang Jabatan Eselon II

Diakui Darmawan, di Panto Labu, panitia juga tidak menyediakan biaya minum pemain disaat pertandingan berlangsung, sementara setiap tim juga harus membayar biaya pendaftaran ke pihak panitia sebesar Rp 300 ribu.

“Beruntung SSB Bijeh Mata bisa keluar sebagai juara pertama, di Zona Aceh dengan hadiahnya berupa piala dan uang pembinaan sebesar Rp 600 ribu,” keluh Darmawan.

Kekecewaan anak-anak asuhan duet pelatih Azmar Fonna dan Zulfadli ini sangat beralasan, kerena gagal tampil di kejuaran Nasional, meski berhasil juara di Zona Aceh, Panton Labu.

“Tapi setelah kita memberikan pengertian dan alasan gagal ke Bandung, Alhamdulillah anak-anak yang selama ini telah menjalani latihan dapat memakluminya,” tandas Darmawan dengan nada kecewa.

Komentar

Berita Terbaru