oleh

Status Pemuda  yang Tewaskan Begal di Bekasi Masih Sebagai Saksi

PENANEGERI, Bekasi – Status pemuda berinisial MIB atau bernama lengkap Mohamad Irfan Bahri (19) yang tadinya diberitakan adalah berstatus tersangka, ternyata statusnya adalah masih menjadi saksi dalam peristiwa yang terjadi saat MIB (19) membela dirinya dari tindak kriminal pembegalan, namun justru begal yang bernama Aric itu tewas akibat sabetan clurit, yang terjadi pada hari Rabu (23/5) dini hari.

Peristiwa ini bermula saat MIB dan rekannya AR sedang nongkrong di Taman Kota Bekasi, sekitar pukul 01.00 WIB, MIB dan AR menuju Jembatan Summarecon untuk foto-foto.

Saat berfoto-foto keduanya didatangi Aric dan Indra, mereka dipaksa memberikan handphone-nya. Namun keduanya menolak, Aric pun mengeluarkan celurit dan berhasil ditangkis MIB.

MIB (19) akhirnya berhasil merebut celurit dari tangan Aric (18), kemudian mampu membalas serangan ke tubuh Aric hingga Aric pun mengalami luka.

Indra alias IY rekan Aric yang berusaha membantunya, turut terkena satu kali bacokan celurit, dan keduanya dibawa ke RS Anna Medika.

Baca Juga  Kapolri : Tindak Tegas Pelaku Pembegalan

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengklarifikasi terkait status Mohamad Irfan Bahri alias MIB (19) yang menjadi tersangka lantaran membela diri saat dibegal hingga menyebabkan kematian pelaku begal.

“Saya ingin meluruskan, ada kesalahan dalam memberikan informasi, untuk MIB statusnya masih sebagai saksi,” ungkap Kombes Indarto kepada wartawan, Selasa (29/5).

Dalam perkara itu, Kombes Indarto menjelaskan ada dua kasus, yang pertama adalah kasus perampokan atau begal yang dilakukan AS dan IY.

Polisi telah menetapkan Indra Yulianto alias IY sebagai tersangka, sedangkan AS tewas usai menjalani perawatan.

Kedua, adalah kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan MIB hingga mengakibatkan meninggal dunia. Untuk kasus ini pihaknya masih akan menunggu hasil keterangan ahli pidana sehingga status MIB saat ini masih saksi.

“Jadi untuk kasus perampokan dengan kekerasan, kami telah tetapkan tersangka IY. Kalau untuk kasus lain atau tindakan yang dilakukan MIB itu masih menunggu hasil keterangan ahli pidana, jadi MIB itu masih saksi,” jelas Kombes Indarto.

Baca Juga  Seorang Pemuda Jadi Tersangka Karena Tewaskan Begal yang hendak Rampas Ponselnya

Akibat kejadian melawan begal itu, MIB harus menerima luka sabetan celurit sebanyak enam luka dan mendapat puluhan jahitan di bagian lengan, punggung, paha, jari dan pipi.

Sedangkan kedua pelaku begal, AS diketahui meninggal dunia akibat luka sabetan celurit dan IY mengalami luka parah dan mendapatkan perawatan di RS Anna Medika sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati.

Kombes Indarto mengklarifikasi perihal status Muhammad Irfan Bahri atau MIB (19) karena menyebabkan seorang begal tewas ketika melakukan pembelaan lantaran diserang dengan celurit di jembatan Summarecon Bekasi, Kota Bekasi.

“Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan. Statusnya (MIB) masih sebagai saksi,” kata Kombes Indarto kepada wartawan di Bekasi, Selasa (29/5).

Kombes Indarto mengatakan, bahwa dalam kasus tewasnya seorang pelaku perampokan, penyidik masih menunggu keterangan ahli pidana dari akademisi. Sehingga, status Irfan atau MIB akan diputuskan dalam gelar perkara berdasarkan keterangan ahli tersebut.

“Untuk kasus dugaan aniaya yang mengakibatkan meninggal, hasil gelar perkara masih harus menunggu keterangan ahli pidana,” ujarnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru