oleh

Sungai Simpang Kiri Meluap, Sejumlah Akses Jalan Terendam

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Tingginya curah hujan yang terjadi selama tiga hari terakhir menyebabkan Sungai Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun yang arusnya bermuara di Sungai Aceh Tamiang meluap hingga mengge­na­ngi akses jalan dan areal perkebunan.

Amatan Penanegeri.com dari atas jem­batan Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, Rabu (13/9) pagi, debit air Sungai Simpang Kiri tampak keruh dengan arusnya mengalir deras. Sungai tersebut telah meluap selama dua hari dan menggenangi lokasi terendah di sekitar­nya. Beberapa titik ruas jalan dan per­kebunan juga menjadi sasaran luapan sungai tersebut.

Sejumlah warga yang mengendarai sepeda motor dan hendak menuju Desa Tenggulun terpaksa berbalik arah karena akses jalan utama terendam banjir diatas lutut orang dewasa. Mereka terpaksa memutar dari jalan pabrik kelapa sawit yang tidak terkena banjir.

“kalau Sungai Simpang Kiri meluap daerah yang duluan terkena banjir kawasan perumahan pondok di Blok 21,” sebut Indra (24) warga Tenggulun.

Nia (38) yang juga warga Desa Tenggulun mengata­kan, sudah dua hari ke­­luarganya terku­rung tidak bisa keluar kampung. Pasal­nya, akses jalan utama terendam air cukup dalam yang tidak bisa dilintasi sepeda motor.

Baca Juga  Abrasi Sungai Berpotensi Ambleskan Rumah Warga Gunung Pandan

Dijelaskan, akses jalan dari Dusun Simpang Sungai Me­rah, Tualang Tukul sudah terkepung banjir. Mereka harus meng­gunakan jalan alternatif untuk bisa sampai ke pusat Desa Tenggulun.

“Banjirnya sudah dua hari. Kami di sini buntu ti­­dak bisa ke mana-mana saat musim hujan gludur pucuk,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dusun (Kadus) Kampung Lama, Desa Tenggulun, Kecamatan Teng­gulun, Ganang, yang ditemui Penanegeri.com me­ngatakan, beberapa ruas jalan dari dan menuju kam­pungnya juga terendam banjir rata-rata setinggi lutut orang dewasa. Ruas jalan yang terendam berada di Blok 13, 17 dan 21 menuju De­sa Tenggulun. Jalan Dusun Tualang Tukul juga terdam­pak.

“Titik yang terparah di Blok 17 dengan kedalaman air diatas lutut orang dewasa. Sepeda motor dan mobil pribadi tidak bisa lewat,” jelas Ganang.

Disebutkannya, banjir di Tenggulun telah mejadi hal biasa. Kondisi itu disebabkan faktor pendangkalan sungai dan akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Desa Tenggulun yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit milik swasta, memiliki tujuh dusun seluruhnya sering terdampak banjir karena berada di dataran rendah.

Baca Juga  Abrasi Sungai Berpotensi Ambleskan Rumah Warga Gunung Pandan

“Kondisi sungai dangkal, sudah tidak memadai lagi menampung debit air hujan sehingga sering meluap,” tambahnya.

Camat Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Zulfikar alias Ulong yang dikonfirmasi awak media mengatakan, sejauh ini pihak­nya belum menerima ada laporan banjir dari warganya.

Akhir-akhir ini, sambungnya, sering turun hujan di kawasan hulu dari intensitas ren­dah sampai tinggi, namun belum ber­dam­pak banjir.

“Kalau sungai me­luap, kita selalu ingat­kan warga untuk siaga dan cari tempat aman, mudah-mu­dahan saja tidak terjadi banjir,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru