oleh

Tahun 2019, Kota Langsa Harus Bebas dari Kumuh

PENANEGERI, Langsa – Target pengurangan kumuh menjadi O (nol) hektar harus selesai pada tahun 2019, hal ini sesuai dengan tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang salah satunya adalah menurunkan luas kumuh nasional menjadi 0 (nol).

“Ini artinya seluruh persoalan kumuh harus selesai pada tahun 2019. Kita hanya punya waktu kurang lebih satu tahun saja, sementara luas kumuh di Kota Langsa masih 17,62 hektar,” sebut Wakil Walikota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid, MM, pada acara peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Bantuan Dana Investasi (BDI) program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tahun 2018, Jumat (10/8), di Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro.

Ia mengakui, peran KOTAKU telah mengupayakan dukungan baik diperuntukkan untuk infrastruktur maupun memberikan penyadaran ditingkat masyarakatnya dengan harapan tercapainya pengurangan kumuh dari tahun ke tatun.

“Saya yakin semua bisa kita capai dengan platform kolaborasi. Saya berharap dengan adanya pembangunan yang akan dibuat oteh masyarakat gampong yang didanai oleh program KOTAKU perlu diperhatikan kuaitas dari pembangunan infrastruktur yang baik dan kegitan-kegiatan infrastruktur ini dapat termanfaatkan, terpelihara dan terjaga oleh masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Baca Juga  Pria Beristri dan Pasangannya Digerebek Warga
Kumuh
(Penanegeri/M Rizal) : Wakil Walikota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid, MM, melakukan peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Bantuan Dana Investasi (BDI) program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tahun 2018, Jumat (10/8).

Selain itu, kami juga berharap kepada perangkat gampong, supaya menghindari dan berupaya untuk menjaga agar tidak ada tempat kumuh yang baru.”Perangkat gampong harus memantau pembangunan-pembangunan kios yang baru, agar tidak kumuh dan bertentangan dengan perizinan yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satker Pembangunan infrastruktur Permukiman (PIP) Kota Langsa, Syamsul Bahri, ST, M.SI, dalam laporannya, menyampaikan, untuk perencanaan BDI di Karang Anyar dan gampong yang lainnya yang juga mendapatkan dana BDI lebih mengedepankan peningkatan kualitas kontruksi serta penataan kawasan sabagai perubahan wajah gampong dari sebelumnya.

Sehingga kami mengharapkan perencanaan BDI di Karang Anyar dan 8 gampong di tahun ini harus sesuai dengan standar tekhnis guna menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

Dalam kesempatan ini, saya mengharapkan masyarakat untuk bersama-sama mengontrol jalannya pembangunan kegiatan BDI yang ada di Kota Langsa, guna memastikan pelaksanaan BDI berkualitas dan bermanfaat sesuai dengan fungsinya.

“Saya selaku Kepala Satker PIP yang bertanggung jawab terkait dengan program KOTAKU mengharapkan kepada seluruh steakholder untuk sama-sama memonitoring pelaksanaan kegiatan infrastruktur kegiatan BDI di tahun 2018 ini,” harapnya.

Baca Juga  Minta Warek III Dicopot, Ini Tanggapan Rektor Unsam Langsa

Geuchik Karang Anyar, Ahmad Tukiran, mengatakan, dengan adanya program KOTAKU, diharapkan Karang Anyar bisa menjadi gampong yang bebas kumuh.

“Mudah-mudahan program KOTAKU di Gampong Karang Anyar berjalan lancar,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru