oleh

Tak Cukup Air, Petani Wonosari Gagal Tanam Padi

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Tidak tersedianya sumber air yang mencukupi di areal persawahan membuat para petani sawah di Desa Wonosari, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang mengalami gagal tanam padi. Sejauh ini warga petani setempat hanya mengandalkan air hujan untuk turun ke sawah.

Sunarno (45) salah seorang petani Desa Wonosari yang dihubungi Penanegeri.com, Rabu (30/5) mengatakan, sebagian petani telah menyemai bibit padi, tapi mereka tidak bisa bercocok tanam, karena sawah sudah kering.

“Diperkirakan jika tidak turun hujan bibit yang disemai akan ikut mati,” ungkapnya.

Puluhan hektare sawah padahal sudah mulai digarap/jetor dengan mendapatkan sumber air hujan baru-baru ini. Namun, sambung Sunarno, ketika debit hujan lama tidak turun, sawah petani kembali kering dan ditinggalkan begitu saja.

Tidak hanya kecewa karena gagal tanam, para petani juga otomatis diterpa kerugian modal dalam menggarap lahan sawahnya.

“Kemarin ada turun hujan sebentar, jadi sebagian kecil petani bisa bersawah, tapi sebagian besar petani lain masih menunggu pasokan air yang cukup,” terangnya.

Baca Juga  Tak sesuai Gambar, Proyek RSS Tetap Dibangun

Menurutnya Sunarno, para petani Desa Wonosari termasuk dirinya, awalnya nekad menggarap sawah seiring turun hujan belakangan hari terakhir. Setelah sawah digarap, hujan tidak muncul lagi membuat sawah masing-masing petani jadi terbengkalai. Meskipun banyak sarana dan prasarana pertanian di bangun oleh instansi terkait di Desa Wonosari, akan tetapi tidak berfungsi secara maksimal.

Ia menambahkan, banyak pembangunan sarana sumber air di sini, sejak 2014-2017 dibangun seperti embung, talud penahan air, lining, pompa Hydrant dan sumur bor/pancang, tapi tidak maksimal bisa dimanfaatkan oleh petani, semua bangunan itu sekarang ini terkesan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kami hanya berharap satu-satu air hujan turun dari langit, karena sawah disini tadah hujan tidak ada irigasi,” tandasnya. (acn).

Komentar

Berita Terbaru