oleh

Tak Memenuhi Syarat, Baitul Mal Bireuen Tolak 28 Proposal Bantuan

PENANEGERI, Bireuen – Dari 400 proposal yang telah diverifikasi, 28 permohonan bantuan ditolak oleh Baitul Mal Bireuen akibat tidak mendapat rekomendasi dari petugas Amil saat turun memverifikasi langsung ke lapangan.

Hal itu dikatakan Plt Kepala Baitul Mal Bireuen, Rizwan Sulaiman S.Ag dalam laporannya saat penyaluran Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) tahap II tahun 2018 di Aula lama Setdakab Bireuen, Kamis (20/9).

“Kami minta maaf kepada yang telah mengajukan permohonan bantuan kepada Baitul Mal, tapi setelah dilakukan verifikasi ke lapangan, tak memenuhi syarat, bahkan tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan dari Baitul Mal,” terangnya.

Menurut Rizwan Sulaiman, setelah dilakukan pengecekan langsung, pemohon berasal dari keluarga mapan, kalangan PNS, pensiunan PNS, pimpinan Dayah, karyawan perusahaan, keluarga Sayed, memiliki usaha toko, memiliki banyak harta dan tinggal di rumah permanen, bukan dari keluarga fakir miskin.

“Kepada camat dan geuchik yang telah mengeluarkan surat keterangan tidak mampu kepada mereka, kami juga minta maaf, karena memang tidak sesuai dengan kententuannya,” imbuhnya.

Baca Juga  Ternyata Bireuen Tak Memenuhi Syarat Pembangunan IPDN

Sementara ZIS yang disalurkan hari ini sebesar Rp 2.527.767.500, dengan rincian penyaluran zakat berjumlah Rp 1.611.248.000 dan penyaluran infaq berjumlah Rp 916.519.500.

Untuk penyaluran zakat dan infaq, lanjut Rizwan Sulaiman, sebesar Rp 2.527.767.500, ditambah dengan penyaluran tahap I, beberapa bulan lalu Rp 3.264.714.500, maka penyaluran zakat dan infak tahun 2018 seluruhnya Rp 5.792.482.000 Sisa dana Rp 663.930.984.

“Sedangkan penerimaan zakat tahap II ini berjumlah Rp 2.273.292.036, dan penerimaan infaq berjumlah Rp 918.406.448, maka total penerimaan zakat dan infaq sebesar Rp 3.191.698.484,” rincinya.

Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Bireuen, Dr, Muzakkar A Gani, SH, M.Si dalam arahannya mengatakan, Baitul Mal Bireuen memiliki peran yang sangat strategis, meningkatkan serta menginventarisir sumber potensi zakat, untuk peningkatan jumlah penerimaan setiap tahun, dan disalurkan kepada yang berhak.

“Kepada saudara-saudara sebagai orang yang memiliki tanggungjawab terhadap instansi tempat saudara bekerja, mari sama-sama mencari solusi serta memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui zakat, guna membantu kaum duafa yang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan,” pintanya.

Baca Juga  Ternyata Bireuen Tak Memenuhi Syarat Pembangunan IPDN

Mudah-mudahan, tambah Muzakkar, A Gani zakat dan infak yang diterima oleh yang berhak ini dapat meringankan beban ekonomi mereka sehari-hari

“Saya tetap mengapresiasi kenirja jajaran Baitul Mal yang selama ini telah bekerja keras, mengumpulkan ZIS, sehingga dapat disalurkan dengan tansparan,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru