oleh

Tak Terdukung Sarana Jalan, Perusahaan Bahan Baku Kelapa Pandrah Bireuen Terancam Tutup

PENANEGERI, Bireuen – Akibat tidak didukung dengan sarana jalan, perusahaan pengelohan bahan baku kelapa, PT. Buana Aceh Sejahtera (BAS), Cot Batee Geulungku, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen terancam tutup.

Pasalnya, belakangan Kawasan Industri Bireuen (KIB) Cot Batee Geulungku, Pandrah tersebut telah dirintis dan dikembangkan pihak perusahaan, sementara sarana jalannya rusak parah dan belum tersentuh pengaspalan.

Bahkan kehadiran PT. BAS sejak 2016 lalu itu telah banyak menampung tenaga kerja lokal, terutama masyarakat sekitar, di samping telah menampung komoditi kelapa warga masyarakat.

“Sejauh ini Pemkab Bireuen dibawah kepemimpinan Saifannur-Muzakkar A. Gani, belum juga merealisasi, terkait pembangunan ruas jalan utama kawasan industri itu,” kata Bagian Humas PT BAS, Tarmizi Age kepada Penanegeri.com, Minggu (4/11).

Menurut Tarmizi, awalnya Pemkab Bireuen berjanji membangun jalan menuju kawasan industri tahun 2018 ini. Bahkan pernyataan tersebut dituangkan dengan surat resmi, dan diserahkan kepada PT BAS.

“Surat perjanjian itu  di tandatangani Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos dan Wakil Ketua DPRK Bireuen Athaillah M. Saleh, MA,” terangnya.

Baca Juga  Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosa Anak Tiri di Bireuen

Seiring perjalanan, Pemkab Bireuen belum juga merealisasikan janji tersebut, dan ini membuktikan tidak konsistennya pemerintah setempat terhadap kebutuhan investor yang sedang mengembangkan industri di Bireuen.

“Saya sudah berulang kali menghubungi pihak terkait, di Pemkab Bireuen. Tapi hingga sejauh ini belum ada titik terang. Padahal, pemerintah sudah berjanji segera membangun sarana jalan tersebut pada anggaran perubahan 2018 ini,” tuturnya.

Menanggapi tak diresponnya oleh Pemkab Bireuen, Tarmizi Age meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera menindaklanjuti persoalaan yang sedang dihadapi investor yang sedang mengembangkan industri di Kabupaten Bireuen.

“Selama ini pabrik kelapa ini telah banyak mempekerjakan tenaga kerja, umumnya perempuan dan pemuda setempat. Bila kondisi sarana jalan tidak terdukung perusahan, maka pabarik pengelohan kelapa di Batee Geulungku, Bireuen terpaksa ditutup,” tegasnya.

Komentar

Berita Terbaru