oleh

Tanggul Penahan Banjir dan Luapan Sungai Pulo Tiga Segera Dibangun

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Pembangunan tanggul yang bertujuan untuk menghalau datangnya banjir dari luapan Sungai Pulo Tiga segera dibangun. Tanggul sepanjang 1.500 meter itu akan dibangun di Dusun Simpang Tiga, Desa Pulo Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang.

Camat Tamiang Hulu, Iman Suhery kepada awak media, Jumat (16/3) mengatakan, selama ini jika tiba musim penghujan, Sungai Pulo Tiga rawan meluap hingga menggenangi lahan dan permukiman warga. Kondisi itu sangat meresahkan warga setempat karena air dari lupan sungai baru surut 2-3 hari.

“Betul, tahun ini akan dibangun tanggul sepanjang 1.500 meter disini, usulannya sudah diangkat dalam Musrenbang Kabupaten dan disetujui menggunakan dana Otsus 2019 ini,” ujarnya saat berbincang di areal pinggir sungai Pulo Tiga.

Dijelaskan, pembangunan tanggul 1,5 kilometer meliputi tikungan badan sungai bagian atas hingga belakang Kantor PDAM Tirta Tamiang Cabang Tamiang Hulu bagian bawah yang saat ini rawan luapan air sungai. Kondisi tanggul atau daerah aliran sungai (DAS) di Dusun Simpang Tiga saat ini sudah sangat rendah.

Baca Juga  Seorang Pengedar Sabu Ditangkap Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Aceh Tamiang

“Proyek tanggul akan menggunakan fondasi pasak bumi agar lebih kokoh dengan anggaran mencapai Rp 2 miliar,” beber mantan Camat Banda Mulia itu.

Kini, area tanggul yang sering dilanda luapan air sungai tersebut dimanfaatkan oleh warga mendirikan pondok/warung untuk tempat berkumpul dan bersantai sembari menikmati pemandangan pinggir sungai.

Sejumlah warga Desa Pulo Tiga sangat setuju terkait pembangunan tanggul sungai tersebut. Pasalnya, saat ini selain rawan banjir luapan air sungai, juga mengakibatkan tebing sungai abrasi bertambah parah.

“Tebing sungai sering runtuh jika arus sungai besar apalagi sampai meluap banyak tanah jatuh ke sungai,” tutur Marzuki AG didampingi M Yusuf warga setempat.

Menurut mereka, setiap tahun sungai meluap terjadi antara bulan Agustus dan Desember. Banjir dari luapan sungai tersebut bertahan 2-3 hari menggenangi tempat terandah DAS Pulo Tiga.

“Gubernur Irwandi Yusuf juga sudah pernah meninjau kondisi tanggul ini. Harapan kami segera dibangun, karena bencana banjir tidak bisa diprediksi,” tandas dua warga itu.

Komentar

Berita Terbaru