oleh

Tenaga Hononer K2 Datangi Kantor Bupati Bireuen

PENANEGERI, Bireuen  Ratusan tenaga honorer kategori 2 (K2) Bireuen mendatangi Kantor Pusat pemerintahan Bireuen Cot Gapu, Rabu (17/10).

Kedatangan para tenaga honorer itu ingin bertemu Bupati Bireuen, Saifannur guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan terhadap nasib mereka.

Namun sayangnya, kedatangan mereka tak yang mengubrisnya, sementara Bupati Bireuen sendiri dikabarkan sedang berada di luar daerah, sehingga pertemuan tersebut tertunda.

Menurut Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Bireuen, Teuku Syahrul, S.Pd kepada wartwan, Rabu (17/10) mengaku, kedatangan pihaknya ingin menyampaikan aspirasi kepada Bupati Bireuen.

“Di samping ingin bersilaturahmi, kami juga akan mengutarakan enam tuntutan. Selain terhadap tuntutan pengangkatan honorer K2 sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa harus  melalui proses seleksi, tanpa dibatasi usia dan ijazah,” katanya.

Menurutnya, seluruh tenaga honorer K2 menolak diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Selanjutnya masa kerja tenaga honorer K2 agar dapat dipertimbangkan sesuai dengan hasil verifikasi dan validasi data.

“Tuntutan ke empat, cabut PermenPan No.36 Tahun 2018 karena sangat diskriminatif  bagi K2, lalu meminta agar menghentikan rekruitmen CPNS 2018,” sebutnya.

Dibagian lain, mereka juga menuntut terhadap permohonan penerbitan Perppu (Peraturan Penggati Undang-undang) oleh Presiden Republik Indonesia untuk selesaikan permasalahan Honorer K2.

Selanjutnya diakui oleh negara untuk ditingkatkan statusnya menjadi PNS/ASN berdasarkan pengabdian paling lama, secara bertahap setiap tahun hingga tuntas, tanpa harus memberatkan dengan test tertulis.

Dalam hal ini, tambah Teuku Syahrul kami berharap ada solusi akurat dalam waktu dekat ini, dan bisa menyampaikan aspirasi kami K2 ke pusat. Ini bisa mempertimbangkan dengan daerah Otonomi Khusus Aceh dan terikat dengan UUPA maupun keistimewaan.

“Kami sangat berharap agar hal ini bisa diselesaikan sesuai harapan kami K2 yang sudah puluhan tahun mengabdi pada bangsa, dengan gaji sangat rendah dan tak punya pelindungan hukum yang jelas,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru