oleh

Terkait Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

PENANEGERI, Aceh Timur – Terkait meledaknya sumur minyak ilegal di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peurelak, Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu. Polres Aceh Timur menetapkan 5 tersangka dan satu diantaranya telah meninggal dunia serta menyita sejumlah barang bukti.

Demikian disampaikan, Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro didampingi Dandim 0104/ATIM Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis, saat menggelar konfresi pers, Minggu (29/4).

Ia menjelaskan, pihak kepolisian saat ini sudah melakakukan pemeriksaan sedikitnya terhadap 30 saksi dari hasil pengembangan tersebut penyidik menetapkan 5 orang tersangka serta mengamankan sejumlah barang bukti yang berada dilokasi kejadian.

“Hasil penyelidikan, penyidik menetapkan 5 tersangka satu diantaranya sudah meninggal, dan sudah kita amankan beserta dengan barang bukti lainnya,” terangnya.

Kapolres menyebutkan, ke 5 tersangka tersebut yakni, Keuchik Gampong Pasir putih berinisial B (51), yang memberi izin kepada setiap penambang dengan cara  mengeluarkan izin dengan perjanjian setiap minyak yang dikeluarkan penambang wajib membayar Rp 5000 per drum. Ketua Pemuda F (34), ikut membantu Keuchik untuk mendata dan mengumpulkan hasil setoran dari penambang ilegal tersebut.

Baca Juga  Ungkap Ilegal Loging, Polres Aceh Timur Amankan 5 Pelaku dan 10 Ton Kayu 

Selanjutnya, Z (39) warga Gampong  Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, sebagai penyandang dana atau pemilik modal. J (45) warga Gampong Passir putih, sebagai penyedia lahan/pemilik lahan dengan cara menawarkan kepada si penambang dan membuat perjanjian pembagian dari hasil minyak tersebut.

Lalu, almarhum A alias D (35) warga Gampong Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, sebagai pekerja di tambang tersebut.

“Saat ini 4 tersangka tersebut di jerat dengan Pasal 53 Jo 53 ayat 1 UU Nomor 22 tahun 2001 Tentang Migas serta Jo Pasal 53 KUHP dan Jo pasal 55  KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara,” papar Kapolres.

Selain itu, sambung Kapolres, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 9 unit sepeda motor dalam kondisi terbakar, 1 becak mesin dalam kondisi terbakar dan satu set alat untuk melakukan pengeboran serta minyak mentah yang saat ini sudah ditipkan ke pihak Pertamina EP Rantau.

“Minyak mentah yang terus keluar itu, kita minta kepada pihak Pertamina untuk menyedot dan menyimpannya sebagai barang bukti,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru