oleh

Terobos Razia, POM Gadungan Diamankan Satlantas Polres Aceh Tamiang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Satlantas Polres Aceh Tamiang mengamankan Amir Hamzah (35) warga Desa Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa akibar menerobos razia dan mengaku sebagai anggota TNI-AD (Polisi Militer) saat dihentikan petugas di Pos Polantas Kota Kuala Simpang, Senin (27/3) sekitar pukul 11.15 WIB.

Informasi yang dihimpun Penanegeri.com, Amir Hamzah mengendarai mobil Honda Jazz warna silver BK 1980 PM melaju dari arah Langsa menunju perbatasan Aceh-Sumut. Didalam mobilnya ada 3 (tiga) orang penumpang anggota Tira SC dibawah naungan Perbakin Kota Langsa.

Setibanya dilokasi razia yakni, di jalan lintas Medan-Banda Aceh depan Polsek Kota Kualasimpang/Pos Polantas, ia dihentikan oleh personel Satlantas yang sedang melakukan razia rutin guna memeriksa surat kelengkapan kendaraan. Namun, Amir Hamzah yang mengemudikan mobil tersebut justru tidak berhenti dan nekad menerobos razia petugas.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasat Lantas AKP Al Mahdi, SH, MH kepada Penanegeri.com membenarkan kejadian tersebut. Setelah mobil Jazz BK 1980 PM menerobos razia, anggota Satlantas langsung mengejar dan berhasil dihentikan di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda.

Baca Juga  Gajah Puteh : Proyek Pengaman Tebing Sungai Seruway Sarat Korupsi

Dikatakan Kasat Lantas, saat dilakukan pemeriksaan pengemudi Amir Hamzah mengaku anggota Polisi Militer sambil menunjukan Kartu Tanda Anggota (KTA) atas nama Abdul Halim berpangkat Serka NRP 21980439230579 jabatan Ba Pomdam II/SWJ. Setelah itu petugas mengarahkan mobil menuju ke Pos Polantas guna dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut. Akan tetapi sampai di gerbang Kantor Satlantas mobil tersebut malah kabur tancap gas ke arah Kota Kuala Simpang.

“Kita mengejar dan berhasil menangkap mobilnya setelah lewat perbatasan Aceh Tamiang di Desa Sala Haji, Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat. Kepada petugas pelaku mengaku takut karena memiliki KTA palsu,” ungkap Al Mahdi.

Hasil penggeledahan yang dilakukan petugas Satlantas ditemukan 9 (sembilan) pucuk senapan angin milik Perbakin, satu lembar KTA TNI-AD diduga palsu, satu buah Baret Polisi Militer dan tiga plat bodong serta pajak kendaraannya telah mati.

“Surat kendaraannya ada tapi mati pajak, KTA dan Baret POM diperoleh dari temannya, Abdul Halim yang bertugas di Kodam II Sriwijaya. Sedangkan plat kendaraan ditukar dengan plat palsu,” jelasnya.

Terkait tiga anggota Tira SC yang berada di mobil Jazz, AKP Al Mahdi menegaskan, mereka hanya sebagai penumpang yang akan mengikuti kejuaraan menembak di Pulau Tiga, Tamiang Hulu. Mereka juga tidak menduga supir Jazz itu nekad mengelabui petugas dan mengaku sebagai anggota POM gadungan dengan menunjukan KTA yang tidak sesuai antara foto dan nama.

Baca Juga  Gadjah Puteh Desak Pemda Aceh Tamiang Lakukan Pencegahan Prostitusi Anak

Dijelaskannya, nama-nama penumpang mobil Honda Jazz yakni, Amir Hamzah (35) sebagai pengemudi. Selanjutnya, Bustami (21), M Isa Yusuf (36) dan M Aulia Syauqi (19). Ketiganya adalah anggota Tira SC dibawah Perbakin Kota Langsa.

Setelah diperiksa oleh Satlantas, ke empat orang yang berada dalam Honda Jazz beserta barang bukti 9 pucuk senapan angin diserahkan kepada Satreskrim Polres Aceh Tamiang. Pelaku pemalsuan identitas dan tiga penumpang anggota Perbakin tersebut menjalani pemeriksaan di ruang Juru Periksa (Juper) dari siang hingga malam.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu Ferdian Chandra, S.Sos saat dikonfirmasi menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan dan wawancara, Amir Hamzah memiliki KTP dengan identitas palsu serta memiliki kartu tanda prajurit palsu degan identitas palsu. Sedangkan tiga orang lainnya yakni, Bustami, M Isa dan M Aulia anggota Perbakin dari TIRA Shooting Club berikut 9 pucuk senjata senapan angin setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada terlibat dan pada Senin malam diperbolehkan pulang.

“Senjatanya ada izin, jenis senapan angin caliber 4,5 mm akan digunakan dalam acara Turnamen menembak di lapangan sepak bola PTPN  1 Pulau Tiga Kec. Tamiang Hulu,” ujarnya sambil menambahkan, terhadap AH pelaku pemalsuan identitas KTP dan KTA TNI AD dijerat Pasal 264 KUHP.

Baca Juga  Selama Lebaran, Angka Kecelakaan di Aceh Tamiang Menurun

Sejumlah anggota Tira SC Kota Langsa yang datang mendampingi rekannya diperiksa ditemui Penanegeri.com, Senin malam di Mapolres Aceh Tamiang membantah kalau senjata yang dibawa rekannya itu tidak memiliki izin seperti yang diberitakan disejumlah media elektronik maupun cetak.

Keberangkatan anggota Tira SC untuk memenuhi undangan Turnamen menembak di Aceh Tamiang yang diketahui dan mendapat izin Ketua Tira SC dibawah naungan Perbakin Kota Langsa yakni Ketua DPRK Langsa Burhansyah, SH dan Pembina Perbakin Kota Langsa Wakapolres Kompol Andi Kirana, SIK, MH.

“9 pucuk senjata itu hanya senapan angin PCP cal 4,5 mm bukan senjata api dan kami telah memiliki izin surat keterangan kepemilikan (SKK) dari Perbakin,” terang Ketua Kontingen Tira SC Langsa, Syafrizal alias Jagat mengklarifikasi.

Komentar

Berita Terbaru